Ilustrasi ikan lele (JIBI/Dok) Ilustrasi ikan lele (JIBI/Dok)
Senin, 17 Juli 2017 15:05 WIB JIBI/Solopos/Antara Madiun Share :

2016, Produksi Ikan Air Tawar di Kabupaten Madiun Capai 3.282 Ton

Produksi ikan air tawar di Kabupaten Madiun meningkat.

Solopos.com, MADIUN — Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Madiun mencatat produksi ikan air tawar di wilayah setempat meningkat selama 2016 jika dibandingkan dengan 2015.

Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Madiun, produksi ikan air tawar selama 2016 mencapai 3.282,66 ton atau meningkat 172,4 ton dibandingkan produksi 2015 yang mencapai 3.110,26 ton.

“Jumlah tersebut merupakan jumlah produksi total dari ikan yang dikembangkan melalui budi daya di waduk dan di kolam maupun yang ditangkap di perairan umum daratan oleh kelompok petani ikan setempat,” ujar Bupati Madiun Muhtarom, Sabtu (15/7/2017).

Dia menerangkan produksi ikan meningkat dipengaruhi kondisi wilayah Kabupaten Madiun yang memiliki potensi perikanan cukup besar, baik,perikanan hasil budi daya maupun hasil penangkapan di perairan umum daratan.

Untuk budi daya, ikan-ikan dipelihara di waduk ataupun kolam-kolam yang dikembangkan oleh kelompok petani ikan. Sesuai data, luas waduk di Kabupaten Madiun mencapai 91 hektare dengan jumlah mencapai lima waduk.

Sedangkan genangan atau embung seluas 92,382 meter persegi dan sungai sepanjang 97,20 kilometer dengan pelaku utama 859 orang.

Untuk meningkatan produktivitas hasil panen, Pemerintah Kabupaten Madiun telah memberikan bantuan benih ikan kepada kelompok petani ikan. Bantuan benih ikan yang biasa diberikan berupa benih ikan nila, ikan gurami, dan lele.

Bahkan, baru-baru ini Pemkab Madiun juga memberikan bantuan 320.000 benih ikan ke sejumlah kelompok tani ikan dan disebar ke Waduk Widas di Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun.

Muhtarom menjelaskan meski dari produksi terjadi peningkatan setiap tahunnya, namun jumlah yang ada belum dapat mencukupi untuk kebutuhan warga kabupaten setempat.

Dia berharap dengan meningkatnya produksi perikanan di Kabupaten Madiun, nantinya tingkat ekonomi masyarakat juga ikut naik.

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Bisnis Syariat ala Istana Pasir

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (14/7/2017). Esai ini karya Suharno, dosen di Program Studi Akuntansi dan Magister Manajemen Universitas Slamet Riyadi, Solo. Alamat e-mail penulis adalah suharno_mm_akt@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Dalam sepekan terakhir  kita dikejutkan dua kasus dugaan investasi bodong…