Edy Purwo Saputro Edy Purwo Saputro (Istimewa)
Minggu, 16 Juli 2017 05:00 WIB Kolom Share :

GAGASAN
Kemandirian Koperasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (12/7/2017). Esai ini karya Edy Purwo Saputro, dosen di Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah E.Purwo.Saputro@ums.ac.id.

Solopos.com, SOLO–Memaknai gerakan koperasi pada dasarnya memberikan komitmen bagi kemajuan gerakan koperasi pada era global dan di tengah persaingan yang semakin ketat, termasuk kompetisi dengan sistem ekonomi syariat yang kini sedang marak.

Pada praktiknya pemaknaan demikian ini tidaklah mudah sebab gerakan koperasi berbenturan dengan kapitalis yang tumbuh pesat pada era industrialisasi dewasa ini. Selama tidak ada jaminan komitmen dari pemerintah, jangan berharap gerakan koperasi ini bisa mandiri, profesional, dan tangguh bersaing di kancah kompetisi global.

Era otonomi daerah seharusnya bisa memberikan yang terbaik bagi gerakan koperasi untuk tumbuh lebih besar dan tangguh, meski faktanya justru menunjukan yang sebaliknya.

Mengacu urgensi otonomi daerah bagi kemandirian gerakan koperasi, Anwar Sanusi (2004) berkeyakinan dinas yang mengurusi perkoperasian di tiap kabupaten dan kota adalah ujung tombak dalam pembinaan koperasi dan usaha kecil serta menengah di daerah.

Otonomi daerah yang bertujuan mengoptimalkan fungsi pelayanan kepada masyarakat memberikan amanah yang sangat besar kepada pemangku kepentingan ini. Pada saat sekarang dinas yang mengurusi perkoperasian di kabupaten atau kota tidak bisa lagi bertumpu pada petunjuk dari instansi di atasnya.

Segala sesuatu tergantung pada inovasi dan kreativitas masing-masing dinas yang mengurusi perkoperasian di daerah sesuai acuan riil dari implementasi otonomi daerah.

Dalam menjalankan fungsi ini, dinas yang mengurusi perkoperasian harus berpegangan pada unsur pemberdayaan masyarakat. Pemerintah hanya akan memainkan peran sebagai fasilitator.

Pemerintah menyediakan informasi yang berkaitan dengan kompetensi inti lokal (local core competency) yang dapat diolah menjadi produk barang dan jasa dan juga informasi sesuai kebutuhan pasar.

Kepentingan 

Kepentingan untuk mewujudkan itu semua meniscayakan penguatan instansi pembina (capacity building). Hal ini bisa dijalankan dengan mekanisme kerja sama, misalnya dengan perguruan tinggi dalam rangka peningkatan sumber daya manusia pegawai pemerintah urusan perkoperasian.

Kerja sama juga bisa dijalin dengan lembaga swadaya masyarakat yang peduli pada urusan perkoperasian. Hal lain yang bisa dijalankan dalam rangka mengoptimalkan fungsi pembinaan koperasi oleh pemerintah adalah melalui jalan outsourcing, menggunakan tenaga dari organisasi luar.

Selanjutnya adalah: Metode menutupi kekurangan dinas…

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…