Jatim
Kamis, 13 Juli 2017 - 15:05 WIB

KECELAKAAN PONOROGO : Tak Lihat Kanan Kiri saat Menyeberang, Petani Tewas Tersambar Motor

Redaksi Solopos.com  /  Suharsih  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Petugas Polres Ponorogo memintai keterangan dari saksi kecelakaan lalu lintas di Jl. Ponorogo-Kauman, Desa Nongkodono, Kecamatan Kauman, Rabu (12/7/2017) malam. (Istimewa/Polres Ponorogo)

Kecelakaan Ponororogo, seorang petani tewas ditabrak sepeda motor saat menyeberang jalan.

Madiunpos.com, PONOROGO — Seorang petani bernama Mariyo, 39, tewas seketika setelah sepeda motornya tertabrak sepeda motor lainnya saat hendak menyeberang di jalan Ponorogo-Kauman, Desa Nongkodono, Kecamatan Kauman, Ponorogo, Rabu (12/7/2017) malam.

Advertisement

Mariyo merupakan warga Desa Somoroto, Kecamatan Kauman, dan saat itu mengendarai sepeda motor Honda Vario berpelat nomor AE 5904 WD. Sedangkan yang menabrak yaitu Umar Dian Prasetyo, 19, berboncengan Dani Fahrizal Hendra Pramana, keduanya warga Desa Krebet, Kecamatan Jambon, Ponorogo. Keduanya mengendarai sepeda motor Honda Beat berpelat nomor AE 3533 VW.

Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas Satlantas Polres Ponorogo, Ipda Badri, mengatakan Mariyo mengalami pendarahan di hidung dan mulut. Selain itu, kulit tangan kanan terkelupas dan punggung kaki kanan luka parah.

“Korban meninggal dunia di lokasi kejadian karena lukanya berat. Jasadnya kemudian dibawa ke RSUD dr. Harjono,” kata Badri kepada Madiunpos.com, Kamis (13/7/2017).

Advertisement

Dia menuturkan lakalantas yang melibatkan dua sepeda motor itu berawal dari Mariyo mengendarai sepeda motornya dari arah utara ke selatan di jalan Ponorogo-Kauman. Sesampainya di perempatan jalan itu, Mariyo hendak berbelok kanan ke arah barat.

Tak disangka dari arah berlawanan sepeda motor yang dikendarai Umar dan Dani melaju dengan kecepatan sekitar 60 km/jam hingga akhirnya menabrak sepeda motor Mariyo. Kemudian Mariyo terpental dan mengalami luka-luka di seluruh tubuhnya hingga tewas.

Dari keterangan saksi, kata Badri, kecelakaan lalu lintas ini akibat faktor kesalahan manusia. Pada saat menyeberang jalan, Mariyo tidak memperhatikan kanan kiri jalan yang hendak diseberangi.

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif