Catatan permintaan tolong dari korban prostitusi (Allkpop) Catatan permintaan tolong dari korban prostitusi (Allkpop)
Selasa, 11 Juli 2017 10:00 WIB Muhammad Rizal Fikri/JIBI/Solopos.com Internasional Share :

Dramatis, Praktek Protitusi Ini Terbongkar Hanya Karena Secarik Kertas

Selembar catatan secara rahasia diberikan ke kasir toko untuk meminta pertolongan.

Solopos.com, BUSAN – Bisnis prostitusi di Busan, Korea Selatan yang menyekap perempuan sebagai budak pria hidung belang berhasil diringkus bulan Mei lalu. Terbongkarnya sindikat prostitusi itu berkat catatan rahasia yang diberikan kasir toko.

Kasir swalayan menerima permintaan tolong dari korban prostitusi lewat sebuah catatan (Allkpop)

Kasir swalayan menerima permintaan tolong dari korban prostitusi lewat sebuah catatan (Allkpop)

Dilansir Allkpop, Jumat (7/7/2017),  bulan Mei lalu seorang perempuan asal Thailand belanja di sebuah swalayan seraya diikuti oleh beberapa pria. Saat hendak membayar belanjaan, perempuan itu memberikan sebuah catatan yang berisi permintaan tolong.

Dalam catatan yang bertuliskan bahasa Inggris, Korea, dan Thailand itu menjelaskan si perempuan selama ini disekap di  ruangan lantai empat sebuah gedung. Dalam catatan itu dituliskan si perempuan dan beberapa temannya dipekerjakan secara ilegal.

Membaca catatan itu kasir yang dilaporkan bernama Kim, 27, menawarkan bantuan untuk menelepon 112 layanan darurat di Korea Selatan. Si perempuan yang diduga diawasi beberapa pria itu menolak dan memberikan satu nomor telepon untuk dilacak. Tak lama setelah si perempuan pergi, Kim melaporkan hal itu ke polisi.

Polisi yang menerima laporan langsung memeriksa gedung di sekitar swalayan, namun tak membuahkan hasil. Hasil penyelidikan terhadap nomor telepon yang diberikan si perempuan mengungkap nomor tersebut milik pria bernama  Lee, 38, yang diketahui memiliki bisnis prostitusi bernama Kiss Room.

Polisi juga mendapat petunjuk dari pengguna akun Facebook yang mengaku sebagai teman perempuan asal Thailand. Akun Facebook yang tidak disebutkan namanya itu mengunggah catatan rahasia permintaan tolong dan menyatakan temannya disekap di sebuah gedung di Busan.

Paspor Thailand dan permintaan tolong dari perempuan asal thailand yang dipaksa jadi PSK (nextshark.com)

Paspor Thailand dan permintaan tolong dari perempuan asal thailand yang dipaksa jadi PSK (nextshark.com)

Dengan bukti-bukti dan petunjuk, polisi menggerebek gedung yang dicurigai. Dalam penggerebekan itu ditangkap Lee dan empat tersangka lain. Lima perempuan asal Thailand dievakuasi dari gedung tersebut.

Berdasarkan penyelidikan, Lee diperkenalkan pada lima perempuan asal Thailand itu pada Januari 2017.  Sejak Maret 2017 kelima perempuan Thailand itu disekap dan dipaksa menjadi pekerja seks komersial (PSK).

Kelima perempuan itu tidak dibayar dibulan pertamanya menjadi PSK. Sedangkan Lee mengaku mendapat US$86 atau sekitar Rp1,1 juta untuk satu pelanggan. Mulai bulan kedua, kelima wanita itu dibayar US$35 atau sekitar Rp469.000 untuk satu pelanggan.

Kini kepolisian sedang menginvestigasi kurang lebih 300 pria hidung belang yang diduga pernah menggunakan psk dari Lee.

 

 

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI & KEUANGAN BISNIS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…