Ilustrasi internet (illustratiction.fr) Ilustrasi (illustratiction.fr)
Kamis, 6 Juli 2017 01:00 WIB JIBI/Solopos/Newswire Pendidikan Share :

Indonesia Urutan ke-8 Dunia Pasar Layanan Pendidikan Daring

Indonesia menempati urutan ke-8 dalam industri layanan pendidikan daring atau e-learning di seluruh dunia berdasarkan data Dacebo.com.

Solopos.com, SOLO—Situs belajar bahasa Squline menilai Indonesia mempunyai pasar e-learning yang besar. “Peluang bertumbuhnya bisnis e-learning di Indonesia sangat besar dan prospektif. Hal ini ditandai dengan naiknya jumlah permintaan akan kebutuhan e-learning setiap tahunnya,” kata CEO Squline Tony Yunus melalui siaran persnya di Jakarta seperti dilansir Antara, Selasa (4/7/2017).

Saat ini belum banyak penyedia jasa e-learning di Indonesia. Para pelaku usaha yang menggeluti bisnis tersebut perlu menerapkan strategi matang agar dapat meraih peluang secara optimal.

Menurut data Docebo.com, total pasar e-learning pada 2016 sebesar 51,5 miliar dolar AS dengan angka pertumbuhan rata-rata per tahun 7,9 persen di seluruh dunia. Sedangkan Asia memiliki total market 7,1 miliar dolar AS dengan angka pertumbuhan per tahun 17,3 persen.

Indonesia menjadi salah satu negara yang mencatat total pertumbuhan pasar e-learning sebesar 25 persen, melebihi rata-rata di Asia dan seluruh dunia setiap tahunnya. Indonesia juga dinilai memiliki peluang menjanjikan pada 2017 karena diproyeksi mengalami peningkatan pasar e-learning senilai 12,2 miliar dolar AS.

“Kami meriset sebagian besar siswa-siswi yang belajar bahasa asing memiliki problem jadwal belajar yang kurang fleksibel, terutama untuk profesional muda. Inilah yang mendorong kami meluncurkan jasa kursus belajar asing secara daring,” kata dia.

lowongan pekerjaan
CV MUTIARA BERLIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…