Laga Madiun Putra melawan PSIM Jogja di Stadion Wilis, Madiun, Jawa Timur, Jumat (12/5/2017). Ramhan Bebek mencetak satu gol di pertandingan itu. (JIBI/Harian Jogja/Jumali)
Rabu, 5 Juli 2017 10:22 WIB Jumali/JIBI/Harian Jogja Indonesia Share :

LIGA 2
18 Pemain PSIM Jogja untuk Kompetensi di Blintar Belum Ditentukan

Liga 2 pelatih PSIM Jogja memiliki strategi tersendiri

Solopos.com, JOGJA – Pelatih PSIM Jogja Erwan Hendarwanto kemungkinan  tidak akan menurunkan gelandang sayap Rangga Muslim sejak menit pertama saat anak asuhnya menghadapi PSBI Blitar pada lanjutan Liga 2 2017 di Stadion Panataran, Blitar, Sabtu (8/7/2017) mendatang. Langkah ini diambil setelah melihat kondisi terakhir dari pemain asal Bima, Nusa Tenggara Barat ini.

Baca Juga : LIGA 2 : Rangga Muslim Kemungkinan Jadi Cadangan, Mengapa?

Mengenai kekuatan Laskar Peta, Erwan melihat PSBI memiliki permainan dengan mengandalkan kecepatan para pemain sayap dan lebih banyak memainkan bola-bola panjang. Tim dengan permainan seperti ini sejatinya sempat dihadapi oleh PSIM pada putaran pertama Liga 2

“Seperti Persatu dan Martapura. Oleh karena itu kami siapkan semuanya sekarang,” paparnya, Selasa (4/7/2017)

Untuk posisi yang ditinggalkan Rangga Muslim, kemungkinan besar Erwan akan mengoptimalkan Ardianto Wahyu dan M Rifky. Dua pemain ini pun telah dipasang dalam beberapa kali latihan taktik dan uji coba yang digelar PSIM. Meski demikian, Erwan mengaku sampai saat ini belum
menentukan daftar 18 pemain untuk dibawa ke Blitar.

“Nanti setelah besok pagi pemain menjalani latihan di bawah asuhan Pak Bagya [pelatih fisik PSIM] akan kami lihat kondisinya. Kami rencananya akan bertolak ke Blitar pada Kamis (6/7/2017) pagi,” ucapnya.

lowongan pekerjaan
dr. NORMA AESTHETIC CLINIC, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…