Gunung Watu Sepur terdiri atas bagian timur, tengah, dan barat. (Mariyana Ricky P.D./JIBI/SOLOPOS) Gunung Watu Sepur terdiri atas bagian timur, tengah, dan barat. (Mariyana Ricky P.D./JIBI/SOLOPOS)
Jumat, 30 Juni 2017 04:00 WIB (Mariyana Ricky P.D./JIBI/SOLOPOS) Travel Share :

WISATA SOLORAYA
Sukoharjo Punya Gunung Watu Sepur

Gunung Watu Sepur Sukoharjo menghadirkan pesona karst yang jarang muncul di destinasi wisata Soloraya.

Solopos.com, Sukoharjo–Gunung Sewu adalah salah satu kawasan geopark di Indonesia yang membentang di tiga kabupaten di tiga provinsi di Pulau Jawa. Secara geologi, wilayah tersebut terbentuk dari batu gamping berumur Neogen (Miosen Tengah) dengan ketebalan mencapai lebih dari 200 meter. Dengan total luasan mencapai 800 km2, taman bumi ini mempunyai bentang alam yang memukau.

Bentangan di tiga kabupaten itu dimulai dari Gunung Kidul, Yogyakarta, lalu Wonogiri, Jawa Tengah, dan Pacitan, Jawa Timur. Namun siapa sangka, kabupaten tetangga Wonogiri, yakni Sukoharjo ikut kecipratan bebatuan kars Gunung Sewu yang unik. Jika Anda telah mendengar kemolekan Gunung Sepikul di Desa Gentan, Kecamatan Bulu, jangan lewatkan untuk singgah di Desa Karangasem.

Mendaki bukit kemiringan 45 derajat untuk tiba di Watu Sepur. (Mariayan Ricky P.D./JIBI/SOLOPOS)

Mendaki bukit kemiringan 45 derajat untuk tiba di Watu Sepur. (Mariyana Ricky P.D./JIBI/SOLOPOS)

Masih berada di satu kecamatan, desa ini juga memiliki bukit kapur yang tak kalah memesona. Terletak di Dusun Klile, warga setempat menyebut bukit kapur itu dengan nama Gunung Watu Sepur. Rutenya dari Kota Solo, pengunjung cukup mengarahkan kendaraan menuju Jl.Tawangsari atau Jl.Wonogiri-Klaten.

Alur pendeknya dari Pasar Nguter, kemudian belok kanan ke Jl.Nambangan Lama dan terus lurus hingga menjumpai perlimaan Desa Pule, Kecamatan Selogiri, Wonogiri. Dari situ pengunjung terus bergerak ke arah barat (belok kanan) sejauh 4 KM kemudian belok kanan lagi. Karena belum terdaftar di Google Maps dan aplikasi peta daring lain, pengunjung bisa bertanya kepada warga setempat.

Solopos.com, mendapatkan kesempatan kali kedua untuk singgah di Dusun Klile Selasa (20/6/2107). Kunjungan pertama saya tak berhasil mendapatkan gambar bagus lantaran sudah terlalu petang. Sebelum berkunjung, saya telah membuat janji dengan Pengurus Karang Taruna Bina Karya Remaja (BKR) Dusun Klile.

Pemandangan hamparan sawah dikepung perbukitan karst. (Mariyana Ricky P.D/JIBI/SOLOPOS)

Pemandangan hamparan sawah dikepung perbukitan karst. (Mariyana Ricky P.D/JIBI/SOLOPOS)

Destinasi wisata ini memang belum dikelola resmi. Sehingga tanpa bantuan dari pengurus karang taruna, saya tidak bisa menuju ke lokasi. Setelah berkendara sekitar 90 menit dari Solo, saya tiba di dusun itu dan disambut dua pengurus karang taruna, Muhammad Ihsan dan Yusuf Waridho.

Gunung Watu Sepur ini telah menjadi tempat bermain mereka sejak masih kanak-kanak. Bentuk bebatuannya yang memanjang mirip rel kereta adalah alasan penamaannya. Untuk menuju ke puncak, kami harus melintasi jalan setapak di tepi saluran irigasi pertanian. Setelah parkir di tepi kebun jati, perjalanan mendaki bukit kapur Watu Sepur pun dimulai.

Gunung Watu Sepur Dukuh Klile,  dari kejauhan. (Mariyana Ricky P.D./JIBI)

Gunung Watu Sepur Dukuh Klile, dari kejauhan. (Mariyana Ricky P.D./JIBI)

Sepanjang rute, kami menyusuri jalan setapak yang membelah ilalang dan semak belukar. Dedaunan jati yang mengering beradu sepatu menjadi bebunyian nyaring sepanjang perjalanan. Nafas terus menderu lantaran tingkat kemiringan akses sekitar 45 derajat. Bebatuan kecil sepanjang perjalanan membuat kaki sering terpeleset.

“Kami belum menarik biaya apa pun bagi pengunjung karena memang fasilitasnya tidak ada. Tanah di Gunung Watu Sepur mayoritas sudah besertifikat pribadi sehingga sulit perizinannya,” kata Muhammad Ihsan, pengurus Karang Taruna BKR Dusun Klile, Selasa.

Gunung Watu Sepur terdiri atas bagian timur, tengah, dan barat. (Mariyana Ricky P.D./JIBI/SOLOPOS)

Gunung Watu Sepur terdiri atas bagian timur, tengah, dan barat. (Mariyana Ricky P.D./JIBI/SOLOPOS)

Pembaca penasaran? Bagi yang ingin bertandang ke Gunung Watu Sepur, sebaiknya terlebih dahulu membuat janji dengan pengurus karang taruna. Tengok dan tinggalkan pesan di akun Instagram mereka di @dusunklile.

lowongan pekerjaan
CV MUTIARA BERLIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…