JIBI/Harian Jogja/Bisnis Indonesia Ilustrasi
Jumat, 23 Juni 2017 20:20 WIB Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

JALUR MUDIK LEBARAN 2017
Waspadai 16 Titik Pasar Tumpah di DIY

Polda DIY memetakan 16 titik pasar tumpah di seluruh wilayah kabupetan dan kota DIY

 
Solopos.com, SLEMAN-Polda DIY memetakan 16 titik pasar tumpah di seluruh wilayah kabupetan dan kota DIY. Potensi kemacetan tinggi muncul seiring dengan keberadaan pasar tumpah ini karena lokasinya yang dekat dengan jalan raya.

Pasar tumpah tersebut tersebar di Sleman, Bantul, Kota Jogja, dan Gunung Kidul. Kulonprogo sendiri, berdasarkan data Polres Kulonprogo, tidak terpantau adanya titik pasar tumpah.

“Kulonprogo nihil,” ujar Kabid Humas Polda DIY, AKBP Yuliyanto, Kamis(22/6.2017).

Pasar Godean, Sambilegi, Stan, Demangan, dan Gamping merupakan titik pasar tumpah yang terpantau di kawasan Sleman.

Sedangkan Kota Joga memiliki lokasi paling banyak dengan 8 titik antara lain Pasar Kranggan, Lempuyangan, Sentul, Prawirotaman, Beringharjo, Patuk, Demangan, dan pasar pagi Jl. Magelang. Selain itu, ada pasar sore Pathuk di Gunungkidul dan Pasar Bantul serta Pasar Mangiran Srandakan di kawasan Bantul.

Personil kepolisian juga telah menyiapkan antisipasi penindakan berupa pengaturan lalu lintas dan patroli lalu lintas. Selain itu, dipasang pula sejumlah spanduk himbauan kepada pengunjung pasar maupun pengguna jalan. AKBP Yuliyanto mengatakan akan dilakukan pula penertiban parkir serta koordinasi dengan instansi terkait.

Kepala Dinas Perhubungan Sleman, Mardiyana mengatakan Pasar Godean dinilai paling berpotensi menyebabkan kemacetan di kawasan Sleman. Hal ini karena lokasinya yang dekat dengan jalan dengan lalu lintas yang cukup ramai. Terlebih lagi, kawasan parkirnya juga cukup padat sehingga menyebabkan kendaraan besar yang melintas kesulitan.

Sementara itu, Haris Martapa, Kepala Bidang Pasar Tradisional Dinas Perindustriaan dan Perdagangan Sleman, mengatakan pihaknya telah melakukan antisipasi dengan melibatkan 50 personil linmas dan 116 keamanan pasar sejak kemarin. Personil Disperindag juga siap mengawasi 12 titik pasar tumpah di Sleman mulai pagi hari pukul 05.00 hingga sore hari.

Ia menerangkan jika pasar tumpah yang diprediksi paling parah ialah Pasar Gamping, Godean, Prambanan, Kejambon, Pakem, dan Sleman. Pasalnya, sejumlah pasar ini biasanya pengunjungnya paling membludak dan lokasinya berada di tepi jalan sehingga menyebabkan kemacetan.

Selain antisipasi kemacetan, Pemkab Sleman juga mewaspadai munculnya sejumlah tindak kriminal yang memanfaatkan keramaian pasar tumpah ini.

Haris menyebutkan himbauan kewaspadaan yang diberikan kepada masyarakat antara lain soal keamanan, copet, gendam, uang palsu, dan makanan tidak layak. Adapun, 12 lokasi pasar tumpah tersebut antara lain Gamping, Godean, Kebonagung, Ngino, Cebongan, Sleman, Tempel, Pakem, Kejambon, Sambilegi, Prambanan, Balangan.

lowongan pekerjaan
CV MUTIARA BERLIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…