Ilustrasi angkutan Lebaran gratis. (www.antaranews.com) Ilustrasi angkutan Lebaran gratis. (www.antaranews.com)
Selasa, 20 Juni 2017 05:35 WIB Ahmad Wakid/JIBI/Solopos Wonogiri Share :

LEBARAN 2017
Rombongan Mudik Gratis Pemkab Wonogiri Berangkat Pagi Ini dari Jakarta

Lebaran 2017, rombongan mudik gratis yang difasilitasi Pemkab Wonogiri akan berangkat pagi ini dari Jakarta.

Solopos.com, WONOGIRI — Rombongan mudik gratis yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri dijadwalkan berangkat Selasa (20/6/2017) pukul 07.00 WIB-09.00 WIB ini. Diperkirakan, 38 bus yang mengangkut 2.000 pemudik itu akan tiba di Wonogiri pada Selasa malam atau Rabu (21/6/2017) dini hari.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Wonogiri, Ismiyanto, menyampaikan para pemudik itu akan disambut Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, di Pendapa Pemkab. Peserta mudik gratis itu dari kalangan masyarakat kurang mampu dan bekerja di sektor informal di Jabodetabek.

“Mereka diterima di Pendapa karena mereka ingin bertemu Bupati. Sebelumnya ada opsi lain yakni di Terminal Giri Adipura,” kata Ismiyanto kepada Solopos.com di Gedung Setda Wonogiri, Senin (19/6/2017).

Para pemudik gratis itu, lanjut Ismiyanto, berangkat dari 10 tempat di Jabodetabek, antara lain Kota Tangerang, Tangerang Selatan, Depok, Bogor, Jakarta Barat, Karawang, dan Jakarta Timur. Setelah tiba dari Pendapa Pemkab, para pemudik diantar ke empat tempat pemberhentian akhir yakni terminal tipe B di Purwantoro, Jatisrono, Baturetno, dan Pracimantoro.

“Setidaknya ada 400-an bus mudik gratis khusus masyarakat Wonogiri yang diselenggarakan oleh berbagai pihak mulai dari Kemenhub hingga swasta dengan tujuan akhir Terminal Tipe A Giri Adipura. Dimulai hari ini, [Senin] tanggal 19 Juni ini sudah ada yang berangkat dari sana,” jelas dia.

Mengenai kecelakaan yang melibatkan bus para pemudik asal Wonogiri di jalan Solo-Semarang, tepatnya di depan jembatan timbang Banyudono, Boyolali, Minggu (18/6/2017), Ismiyanto mengaku tidak tahu itu rombongan pemudik dari mana. Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden tersaebut, berbagai upaya dilakukannya agar hal serupa tidak terjadi lagi, khususnya dalam program mudik gratis.

“Kami dari awal melakukan koordinasi lintas sektoral agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti itu. Kami mengecek kelaikan kendaraan dan memeriksa sopirnya juga. Kemudian polisi mengamankan transportasi dari sisi lalu lintasnya. Upaya-upaya pencegahan sudah kami lakukan dan kami berkomitmen meminimalkan kecelakaan lalu lintas, sekaligus memprioritaskan kenyamanan para pemudik,” imbuhnya.

Terpisah, Kapolres Wonogiri, AKBP Muhammad Tora, mengimbau agar masyarakat berhati-hati saat berlalu lintas dengan memerhatikan standar kendaraan dan tidak mengebut. “Selain itu, saat memarkir kendaraan jangan lupa, matikan mesin dan cabut kuncinya. Karena banyak kejadian, kuncinya masih melekat di motor. Jangan membiasakan meninggalkan rumah dalam keadaan pintu terbuka, usahakan saat meninggalkan rumah dikunci. Kalau perlu lapor pak RT atau polsek setempat, nanti akan kami patroli dan kami jaga,” imbaunya.

 

Lowongan Pekerjaan
FASHION OUTLET, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Era Tahun 1930-an

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (27/10/2017). Esai ini karya Nurudin, dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Muhammadiyah Malang dan penulis buku Pengantar Komunikasi Massa. Alamat e-mail penulis adalah nurudin@umm.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini saya sedikit risau dengan hiruk pikuk pembicaraan di…