Rumah pohon dengan ketinggian sekitar sepuluh meter, menjadi spot foto yang paling diminati pengunjung yang datang ke wisata alam Kalibiru di Kecamatan Kokap. Foto diambil belum lama ini. (JIBI/Harian Jogja/Holy Kartika N.S.) Rumah pohon dengan ketinggian sekitar sepuluh meter, menjadi spot foto yang paling diminati pengunjung yang datang ke wisata alam Kalibiru di Kecamatan Kokap. Foto diambil belum lama ini. (JIBI/Harian Jogja/Holy Kartika N.S.)
Selasa, 20 Juni 2017 04:22 WIB Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

LALU LINTAS KULONPROGO
Jalan Menuju Kalibiru Dianggap Paling Rawan Kecelakaan, Ini Antisipasi yang Disiapkan

Lalu lintas Kulonprogo, wisata Kalibiru diperkirakan ramai pengunjung

Solopos.com, KULONPROGO — Jalur wisata yang dianggap paling rawan kecelakaan di Kulonprogo adalah jalan menuju objek wisata Kalibiru di Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap, Kulonprogo. Polres Kulonprogo bekerja sama dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat untuk mengamankan lalu lintas di sana.

Kasat Lantas Polres Kulonprogo, AKP Maryanto mengatakan lonjakan pengunjung di kawasan wisata juga perlu mendapatkan perhatian khusus selama masa libur Lebaran. Lokasi yang dianggap rawan antara lain Kalibiru di Kokap serta Pantai Glagah dan wisata Hutan Mangrove di Temon. Namun, hanya Kalibiru yang dinyatakan rawan kecelakaan lalu lintas, sedangkan dua obyek wisata lainnya cenderung rawan kemacetan.

Ribuan wisatawan diperkirakan akan kembali mengunjungi Kalibiru pada masa libur lebaran seperti tahun-tahun sebelumnya. Kondisi itu membuat jalan menuju objek wisata tersebut rawan macet dan menimbulkan antrean panjang. Pada saat bersamaan, badan jalan yang sempit dan banyak tanjakan serta belokan juga dinilai rawan menimbulkan kecelakaan sehingga butuh pengawasan ekstra.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pokdarwis di sana. Kami juga mengingatkan kalau kendaraan besar seperti mikrobus tidak bisa masuk sehingga harus ganti dengan kendaraan yang lebih kecil, seperti mobil penumpang,” ujar Maryanto, akhir pekan lalu.

Salah satu pengelola Kalibiru, Sadali mengungkapkan, kemacetan di jalan menuju Kalibiru masih menjadi masalah klasik setiap tahun. Panjang antrean kendaraan bahkan bisa sampai dua kilometer. Selain bekerja sama dengan pihak kepolisian, pengelola juga akan menyiagakan puluhan personel untuk membantu mengatur dan mengamankan lalu lintas. Beberapa orang juga ditugaskan sebagai sopir pengganti untuk mengantisipasi jika ada pengunjung yang ragu mengendarai mobil pribadinya akibat banyak tanjakan tajam.

Rekayasa lalu lintas juga diterapkan untuk mengurai kemacetan. Salah satu jalur utama menuju Kalibiru akan dibuat searah. Sadali menjelaskan, wisatawan yang berangkat dari wilayah Pengasih menuju arah Clereng sebenarnya bisa langsung ke Kalibiru melalui daerah Girinyono. Namun, pihaknya bakal mengalihkan mereka agar naik terlebih dahulu ke Clapar sebelum akhirnya sampai di Kalibiru.

“Kalau dari Waduk Sermo bisa langsung naik terus sampai Kalibiru. Nanti pulangnya lewat Clereng semua yang sengaja dirancang searah,” katanya menjelaskan.

lowongan kerja
lowongan kerja guru, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Ramadan di Bumi Pancasila

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (7/6/2017). Esai ini karya M. Zainal Anwar, dosen di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah zainalanwar@gmail.com Solopos.com, SOLO–Di bawah ideologi Pancasila, menjalani puasa Ramadan di Indonesia menyajikan kemewahan luar…