Kasatreskrim Polres Boyolali AKP Miftakul Huda memberikan keterangan terkait kasus dua pelajar SMP Boyolali yang mencuri sepeda motor, Senin (19/6/2017), di mapolres setempat. (Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos) Kasatreskrim Polres Boyolali AKP Miftakul Huda memberikan keterangan terkait kasus dua pelajar SMP Boyolali yang mencuri sepeda motor, Senin (19/6/2017), di mapolres setempat. (Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos)
Senin, 19 Juni 2017 16:35 WIB Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos Boyolali Share :

PENCURIAN BOYOLALI
Pelajar SMP Ini Nekat Curi Sepeda Motor di Milik Saudaranya

Pencurian Boyolali, dua pelajar SMP nekat mencuri sepeda motor.

Solopos.com, BOYOLALI — Keinginan untuk mengendarai sepeda motor ke sekolah membuat FDL, 15, pelajar SMP di Boyolali, ini mencuri kendaraan roda dua milik saudaranya. Akibat perbuatannya, dia terpaksa berurusan dengan polisi.

Dalam melakukan aksinya, pelajar asal Boyolali Kota ini mengajak teman sekaligus tetangganya, MYS, 13. Pecurian dilakukan Senin (15/6) lalu, sekitar pukul 19.00 WIB. Saat itu FDL mengajak MYS ke rumah David Fajar Nugroho, warga Banaran, Boyolali Kota, yang masih ada hubungan saudara dengan FDL.

Saat itu keduanya berdalih hendak mengambil jaket. Sesampainya di lokasi, ternyata rumah David dalam keadaan kosong dan akhirnya masuk melalui pintu belakang yang tidak dikunci.

Kasatreskrim AKP Miftakul Huda mewakili Kapolres Boyolali AKBP Aries Andhy mengatakan di dalam rumah itu FDL melihat sepeda motor Kawasaki Ninja (2 tak) dan sepeda motor lain jenis bebek. “Lalu MYS bertanya kepada FDL itu motor siapa? Dijawab FDL milik saudaranya. Lalu FDL menyuruh MYS mengambil sepeda motor,” kata Huda kepada wartawan di Mapolres Boyolali, Senin (19/6/2017).

MYS membawa keluar sepeda motor itu dengan dituntun hingga perempatan tak jauh dari rumah David. FDL sempat masuk ke dalam salah satu kamar dan mengambil jaket dan mengunci pintu rumah sebelum menyusul MYS.

Keduanya pun pergi ke Alun-alun Kidul Boyolali untuk menongkrong. Sementara itu, FDL mengatakan orang tuanya memiliki sepeda motor tetapi akan dijual sehingga dia khawatir tidak punya sepeda motor lagi untuk pulang-pergi ke sekolah.

“Mau dijual, nanti tidak ada motor lagi buat wara-wiri,” kata dia.

lowongan kerja
lowongan kerja PT. Tirtakencana tatawarna, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Ramadan di Bumi Pancasila

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (7/6/2017). Esai ini karya M. Zainal Anwar, dosen di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah zainalanwar@gmail.com Solopos.com, SOLO–Di bawah ideologi Pancasila, menjalani puasa Ramadan di Indonesia menyajikan kemewahan luar…