Ilustrasi jenazah korban overdosis obat-obatan (JIBI/Solopos/Dok.) Ilustrasi jenazah. (JIBI/Solopos/Dok.)
Senin, 19 Juni 2017 14:15 WIB Tri Rahayu/JIBI/Solopos Sragen Share :

KISAH TRAGIS
3 Hari Tak Keluar Rumah, Warga Masaran Sragen Ditemukan Membusuk

Warga Masaran Sragen ditemukan membusuk di rumah.

Solopos.com, SRAGEN — Hartono, 54, warga Dukuh/Desa/Kecamatan Masaran RT 028 Sragen, ditemukan warga dalam kondisi meninggal dunia dan membusuk di kediamannya, Minggu (18/6/2017) pukul 21.30 WIB.

Kapolsek Masaran AKP Mujiono mewakili Kapolres Sragen AKBP Cahyo Widiarso saat dihubungi solopos.com, Senin (19/6) siang, menyampaikan penemuan jenazah itu bermula saat Agus Riyanto, 48, Ketua RT 028 Masaran, curiga karena sudah tiga hari tak melihat Hartono keluar dari rumah.

Agus bersama Sekretaris Desa Masaran Agus Sofianto yang kebetulan tinggal masih dalam satu RT mendatangi rumah Hartono seusai rapat RT. Mereka mendapati rumah Hartono dalam kondisi terkunci.

“Mereka memanggil-manggil Hartono tetapi tidak ada respons. Mereka sudah mencium bau tidak sedap. Dengan kesepakatan warga kemudian pintu rumah korban didobrak. Agus Riyanto bersama warga lainnya masuk ke rumah. Mereka kaget karena melihat Hartono duduk bersandar di kursi dalam kondisi tidak bernyawa. Kejadian itu langsung dilaporkan ke Mapolsek Masaran,” ujar Mujiono.

Mujiono segera berkoordinasi dengan Tim Identifikasi Polres Sragen untuk segera mendatangi lokasi kejadian. Mujiono juga mengajak tim dari Puskesmas I Masaran untuk turut serta.

Sesampai di lokasi kejadian, Mujiono menyaksikan kerja Tim Identifikasi Polres Sragen dan Puskesmas I Masaran saat memeriksa jenazah. Peristiwa itu juga disaksikan perwakilan dari pihak keluarga.

“Korban sempat dibawa ke RSUD Sragen dengan bantuan Palang Merah Indonesaia (PMI) Sragen. Hasil olah kejadian perkara dan hasil visum luar tim Puskesmas I Masaran tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh jenazah,” kata dia.

Mujiono menambahkan korban diperkirakan meninggal dunia sejak 3-4 hari lalu karena sakit. Korban kemudian diserahkan kepada adik kandung korban, Debora Suharti, yang sebelumnya menerima peristiwa itu dan menolak bila jenazah diautopsi,” tutur dia.

lowongan pekerjaan
PT. SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

PERTAMBANGAN KLATEN
Pajak Galian C Naik, Sopir Truk Takut Tombok hingga Pasir Tak Laku

Kenaikan pajak galian golongan C (pasir dan batu) di Klaten mulai berlaku Jumat (13/10/2017).  Solopos.com, KLATEN — Kenaikan pajak galian golongan C (pasir dan batu) di Klaten menjadi senilai Rp125.000/rit mulai berlaku Jumat (13/10/2017). Kenaikan pajak itu menimbulkan kekhawatiran di kalangan…