Sejumlah mobil luar kota keluar dari pintu tol Klodran, Colomadu, Karanganyar, Rabu (13/7/2016). (Iskandar/JIBI/Solopos) Sejumlah mobil luar kota keluar dari pintu tol Klodran, Colomadu, Karanganyar, Rabu (13/7/2016). (Iskandar/JIBI/Solopos)
Minggu, 18 Juni 2017 22:35 WIB Aries Susanto/JIBI/Solopos Boyolali Share :

TOL SOLO-KERTOSONO
Tuntut Kompensasi Dibayar sebelum Lebaran, Warga Sawahan Ancam Blokade Pintu Tol Klodran

Tol Solo-Kertosono, warga Sawahan mengancam memblokade pintu tol Klodran jika kompensasi tak dibayar sebelum Lebaran.

Solopos.com, BOYOLALI — Sepuluh warga Desa Sawahan, Ngemplak, Boyolali, bertekad memblokade jalan tol Solo-Kertosono (Soker) di utara pintu tol Soker Klodran, Selasa (20/6/2017).

Warga terdampak proyek tol Soker itu menuntut agar kompensasi yang dijanjikan kepada mereka dicairkan sebelum Lebaran. Ancaman penutupan jalan tol Soker itu sebagai buntut kekesalan warga lantaran hingga kini kompensasi yang dijanjikan kepada mereka tak kunjung dicairkan.

Padahal, mereka sudah menyepakati nilai kompensasi yang diajukan tim dari Panitia Pengadaan Tanah (P2T). “Kenapa kompensasi kepada kami tak kunjung diberikan sementara warga lainnya sudah diberikan? Ini kan tidak adil. Saya sudah bolak-balik tanya, tapi jawabannya enggak jelas,” papar saah satu warga terdampak tol Soker, Anom Suratno, kepada Solopos.com, Minggu (18/6/2017).

Anom menegaskan ancaman untuk memblokade tol Soker itu tidak main-main. Warga siap menerima risikonya jika dinilai mengganggu ketertiban umum karena jalan tol dipakai arus mudik Lebaran 2017. “Jika ancaman kami tak segera ditanggapi, jalan tol di lahan kami akan kami blokade,” ancamnya. (Baca juga: Setujui Nilai Kompesasi Lahan, Warga Sawah Bakal Terima Ratusan Juta hingga Miliaran Rupiah)

Anom bersama warga lainnya mengaku telah berulang kali menemui PPK Tol Soker terkait lambannya pembayaran kompensasi. Padahal, kata dia, selama ini warga telah merelakan lahannya dipakai secara cuma-cuma oleh pelaksana tol untuk melanjutkan proyek tersebut.

“Tapi, kenapa justru kami yang tak diprioritaskan dalam pembayaran kompensasi. PPK malah sibuk mencairkan kompensasi lahan-lahan lainnya,” paparnya.

Ketua PPK pembebasan lahan tol Soker, Waligi, ketika dimintai konfirmasi mengaku tak ada niat untuk memperlambat pembayaran kompensasi. Menurutnya, lambannya pembayaran di tanah Anom Suratno dan rekan-rekannya karena ada bukti-bukti jual beli tanah yang belum dilengkapi, termasuk surat keterangan dari ahli waris.

Mereka, kata Waligi, baru menyelesaikan berkas itu pada Jumat (16/6/2017) lalu. “Padahal, tanah itu sudah dijual sejak 2007 lalu, tapi kenapa tak diurus selama ini. Sekarang baru diurus, jadinya ya lama,” jelasnya.

Meski demikian, Waligi optimistis kompensasi kepada 10 warga itu akan diberikan sebelum Lebaran. Dia mengagendakan Senin (19/6/2017) mengajukan berkas pencairan dana kepada PT SNJ selaku penyandang dana talangan kompensasi.

“Sebenarnya, Jumat lalu warga sudah selesai dalam pengurusan berkas-berkasnya. Tapi, waktunya sudah mepet. Jadi, baru senin ini akan kami ajukan ke PT SNJ,” paparnya.

 

lowongan kerja
lowongan kerja SMK MUHAMMADIYAH 1 SURAKARTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

senin 5 juni

Kolom

GAGASAN
PPDB di Tengah Anomali Sosial

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (16/6/2017). Esai ini karya Sohidin, dosen di Universitas Sebelas Maret yang meminati isu-isu pendidikan dan sosial kemasyarakatan. Alamat e-mail penulis adalah sohiddien@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Kegiatan penerimaan peserta didik baru (PPDB) secara online tingkat SMA/SMK…