Satgas mafia pangan Polres Karanganyar dipimpin Wakapolres Karanganyar, Kompol Prawoko, mengecek harga sembako di Pasar Jungke Karanganyar pada Selasa (9/5/2017). (Sri Sumi Handayani/JIBi/Solopos) Satgas mafia pangan Polres Karanganyar dipimpin Wakapolres Karanganyar, Kompol Prawoko, mengecek harga sembako di Pasar Jungke Karanganyar pada Selasa (9/5/2017). (Sri Sumi Handayani/JIBi/Solopos)
Minggu, 18 Juni 2017 04:00 WIB Ponco Suseno/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

Sidak Komisi B DPRD Karanganyar Harga Sembako Adem

Harga pangan dan persediaan bahan pokok di Karanganyar dinilai masih normal.

Solopos.com, KARANGANYAR – Komisi B DPRD Karanganyar secara rutin memantau harga pangan di sejumlah pasar tradisional di Bumi Intanpari selama Ramadan. Sejauh ini, harga pangan dan persediaan bahan pokok di Bumi Intanpari dinilai masih normal.

Ketua Komisi B DPRD Karanganyar, Tony Hatmoko, mengatakan berbagai pasar tradisional yang disurvei anggota legislator, seperti Pasar Palur, Pasar Nglano, Pasar Karangpandan, Pasar Jatiyoso, dan Pasar Jatipuro. Pemantauan sudah dilakukan mulai awal Ramadan.

“Kami sudah menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa pasar tradisional. Hasilnya, relatif kondusif. Hingga sekarang, belum ada informasi terkait melambungnya harga bahan pokok. Semoga, kondisi ini tetap terjaga hingga Lebaran nanti,” katanya, kepada Solopos.com, Selasa (6/6/2017).

Tony Hatomoko mengatakan pemantauan secara berkala terhadap harga bahan pokok di Karanganyar akan terus dilakukan. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan harga pangan di Bumi Intanpari tetap terkontrol dan relatif terjangkau masyarakat.

“Harga pangan antara pasar tradisional yang satu dengan yang lainnya relatif sama. Kalau pun ada perbedaan harga, angkanya sangat kecil. Hingga sekarang, kami juga belum menemukan adanya indikasi penimbunan barang di Karanganyar,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Setda Karanganyar, Budi Supriyono, mengatakan belum ada lonjakan harga pangan yang menimbulkan gejolak di tengah masyarakat. Hal itu termasuk persediaan elpiji 3 kilogram di Bumi Intanpari yang terbilang masih aman.

“Persediaan elpiji 3 kilogram di Karanganyar bisa disebut sangat melimpah. Hal itu disebabkan adanya penambahan pasokan lima persen dari Pertamina. Di bulan ini, persediaan elpiji 3 kilogram di Karanganyar mencapai 847.160 tabung,” katanya.

Berdasarkan data yang dihimpun Espos, harga pangan relatif stabil, seperti harga bawang merah senilai Rp25.000 per kilogram, telur senilai Rp20.000 per kilogram, gula pasir senilai Rp13.000 per kilogram, cabai rawit senilai Rp30.000 per kilogram, gula jawa senilai Rp14.000 per kilogram, minyak goreng senilai Rp11.500 per kilogram, daging sapi senilai Rp120.000 per kilogram, dan ayam potong senilai Rp30.000 per kilogram.

lowongan pekerjaan
4 orang Penerjemah fasih berbahasa mandarin & 2 orang Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…