Ilustrasi jenazah korban overdosis obat-obatan (JIBI/Solopos/Dok.) Ilustrasi jenazah (JIBI/Solopos/Dok.)
Minggu, 18 Juni 2017 16:15 WIB Bony Eko Wicaksono/JIBI/Solopos Sukoharjo Share :

PNS Lajang Sukoharjo Ditemukan Tewas di Kamar Rumahnya

Seorang PNS yang masih lajang di Sukoharjo ditemukan tewas di kamar rumahnya.

Solopos.com, SUKOHARJO — Seorang pegawai negeri sipil (PNS), Heru Dibyo Siwi, 40, warga Perumahan Korpri Blok L.3 RT 001/RW 003, Kelurahan Gayam, Kecamatan Sukoharjo, ditemukan meninggal dunia di rumahnya, Sabtu (17/6/2017) sekitar pukul 23.30 WIB.

PNS yang bertugas di Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sukoharjo ini diduga menderita sakit maag kronis. Informasi yang dihimpun Solopos.com, Minggu (18/6/2017), meninggalnya Heru kali pertama diketahui tetangga rumahnya, Sri Widodo dan Dede Elyana.

Mereka tak melihat Heru selama beberapa hari terakhir. Mereka lantas mendatangi rumah Heru dan mengetuk pintu gerbang. Lantaran tak ada jawaban dari dalam rumah, mereka akhirnya mendobrak pintu rumah.

Mereka lantas mencari Heru di dalam rumah. Mereka kaget saat mendapati Heru telah membujur kaku di dalam kamar. Sri Widodo lantas memberi tahu warga sekitar atas kejadian itu. Sebagian warga langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Sukoharjo.

Lurah Gayam, Havid Danang, mengatakan aparat kepolisian dan tim medis langsung mendatangai lokasi kejadian untuk mengevakuasi jenazah Heru. Tim medis memeriksa jenazah Heru untuk mengetahui apakah ada tanda-tanda kekerasan di tubuhnya atau tidak.

“Informasi yang saya dapat tak ada tanda-tanda kekerasan. Almarhum meninggal karena menderita sakit maag kronis sejak beberapa tahun lalu,” kata dia, saat dihubungi Solopos.com, Minggu.

Heru diketahui masih lajang. Dia hanya sendirian tinggal di salah satu unit rumah di Perumahan Korpri. Setiap pagi, Heru berangkat ke kantor mengendarai sepeda motor. Biasanya, Heru pulang kerja antara pukul 15.30 WIB-16.00 WIB.

Warga setempat tak tahu Heru menderita sakit maag selama bertahun-tahun. Mereka kaget saat mengetahui Heru telah meregang nyawa di dalam kamar.

“Saya baru saja pulang dari lokasi pemakaman di Klaten. Almarhum belum beristri, tinggal sendirian di rumah,” papar dia.

Sementara itu, seorang PNS Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sukoharjo, Maryanto, membenarkan Heru merupakan staf kantor di instansi tersebut. Maryanto kali terakhir melihat Heru di kantor pada Jumat (16/6/2017).

Namun, Maryanto tak mengetahui secara jelas penyebab kematian Heru apakah karena sakit atau bukan. “Betul [Heru Dibyo Siwi] anggota staf kantor dinas. Jenazah sudah dimakamkan sekitar pukul 10.00 WIB. Almarhum dikenal pendiam di kantor,” kata dia.

Sementara itu, Kapolsek Sukoharjo, AKP Parwanto, mewakili Kapolres Sukoharjo, AKBP Ruminio Ardano, belum bisa dimintai informasi ihwal penemuan mayat itu. Panggilan telepon Solopos.com belum direspons.

lowongan kerja
lowongan kerja NUPEST CONTROL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
PPDB di Tengah Anomali Sosial

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (16/6/2017). Esai ini karya Sohidin, dosen di Universitas Sebelas Maret yang meminati isu-isu pendidikan dan sosial kemasyarakatan. Alamat e-mail penulis adalah sohiddien@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Kegiatan penerimaan peserta didik baru (PPDB) secara online tingkat SMA/SMK…