Salah satu mobil yang terhantam bus rombongan mudik di jalan Solo-Semarang, Boyolali, Minggu (18/6/2017). (Aries Susanto/JIBI/Solopos) Salah satu mobil yang terhantam bus rombongan mudik di jalan Solo-Semarang, Boyolali, Minggu (18/6/2017). (Aries Susanto/JIBI/Solopos)
Minggu, 18 Juni 2017 12:42 WIB Aries Susanto/JIBI/Solopos Boyolali Share :

KECELAKAAN BOYOLALI
Bus Rombongan Pemudik Wonogiri Hantam 4 Mobil di Jalan Solo-Semarang

Bus yang mengangkut rombongan pemudik asal Wonogiri menabrak empat mobil di jalan Solo-Semarang, Boyolali.

Solopos.com, BOYOLALI — Bus pengangkut rombongan pemudik asal Wonogiri dan Purwodadi menghantam empat mobil di jalan Solo-Semarang, depan jembatan timbang Banyudono atau timur Persimpangan Bangak, Boyolali, Minggu (18/6/2017).

Dugaan kuat, sopir bus menyetir dengan ugal-ugalan dan melaju dengan kecepatan tinggi di jalan yang cukup padat itu. Pantauan Solopos.com di lokasi kejadian, kecelakaan karambol tersebut terjadi sekitar pukul 11.20 WIB.

Bus berpelat nomor A 7777 ER bertuliskan “Jasa Perkasa” tersebut mengangkut sekitar 35 penumpang asal Wonogiri dan Purwodadi dari Jakarta atau arah barat. Ketika insiden kecelakaan itu pecah, teriakan para pengendara di jalan raya saling bersahutan, tak terkecuali para penumpang bus.

Sebagian saksi mata langsung mengejar bus ugal-ugalan yang dikemudikan seorang pria asal Lampung bernama Rama itu. Bus nyaris terguling lantaran melompati median jalan untuk menghindari tabrakan lebih parah di depannnya.

Setelah itu, bus melaju di jalur yang berseberangan (melawan arus) dan akhirnya terhenti tepat di depan pintu tol Solo-Kertosono (Soker) Ngasem, perbatasan Boyolali-Karanganyar. “Sopir cepat turun atau kami massa!! Cepat turun!!” teriak salah satu orang yang mengejar bus dengan emosi.

“Maaf Pak. Tadi remnya blong!!” jawab si sopir saat turun dari bus.

Kejadian itu membuat dua mobil Kijang Innova, satu Toyota Fortuner, serta mobil Toyota Avanza penyok parah. Beruntung, seluruh penumpang selamat.

Kecelakaan diketahui setelah bus pariwisata itu melintasi jalan raya ke arah timur tepat di depan timbangan Banyudono. Bus dengan kecepatan tinggi, tiba-tiba menghantam Kijang Innova warna hitam tepat di depannya.

Saking kencangnya laju bus, Kijang Innova yang terseruduk itu secara bergiliran langsung membentur Toyota Fortuner warna putih, Kijang Innova, serta sebuah mobil avanza di depannya. Keempat mobil itu penyok seketika.

Hanya bus yang mengalami rusak ringan di bagian hidung sisi kanan.
Menurut keterangan para penumpang, sopir bus ugal-ugalan dan melaju kencang sejak dari Batang atau ketika terjadi giliran pergantian sopir. Sopir bus itu belakangan diketahui adalah sopir pocokan.

Kepada polisi dan massa, sopir bus pocokan itu mengaku rem busnya blong. Namun, keterangan itu dibantah langsung oleh sopir bus aslinya. “Bohong!! Saya setir bus ini dari Jakarta enggak apa-apa. Rem blong itu karena kamu main rem kaki terus. Enggak mau pakai rem angin. Saya ingatkan sejak awal, tapi kamu ngeyel,” kata sopir asli bus tersebut, Wiji.

Wiji juga menyebut bus yang ia kemudikan baru dibeli tiga bulan lalu.
Sejumlah pemilik mobil yang menjadi korban melabrak sopir bus dan menuntut ganti rugi hingga hukuman penjara. Sopir bus dinilai menjadi ancaman bagi nyawa orang lain. “Kalau kamu tidak ditahan, saya akan tuntut kamu,” ancam pengemudi Toyota Fortuner.

Bagian Sirkulasi SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Jangka Kamardikan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (15/8/2017), karya Bandung Mawardi dari Bilik Literasi. Alamat e-mail bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Setahun setelah peristiwa bersejarah, proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, terbit buku berjudul Djangka Djajabaja Sempoerna dengan Peristiwa Indonesia Merdeka garapan…