Ilsutrasi daging sapi (dok)
Sabtu, 17 Juni 2017 13:00 WIB Tri Rahayu/JIBI/Solopos Sragen Share :

LEBARAN 2017
Stok Daging Sapi di Sragen Melimpah

Lebaran 2017, stok daging sapi di Sragen aman.

Solopos.com, SRAGEN — Dinas Perternakan dan Perikanan (Disnakan) Sragen menjamin daging sapi dari Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Nglangon, Sragen, bebas dari glongongan. Disnakan juga menyatakan stok daging menjelang Lebaran 2017 aman karena populasi sapi di Sragen berlimpah.

Penjelasan itu disampaikan Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) RPH Disnakan Sragen, Taufik Suparno, saat dihubungi Jumat (16/6/2017). Taufik mendampingi tim dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah yang menginspeksi secara mendadak (sidak) aktivitas penyembelihan di RPH Nglangon pada Jumat dinihari, yakni pada pukul 00.00 WIB hingga 03.00 WIB.

“Tim dari provinsi itu tidak sekadar melihat proses penyembelihan sapi tetapi juga memastikan sapi yang disembelih itu tidak digelonggong. Peralatan penyembelihan pun juga diperiksa semua. Dari Disnakan ada tiga orang yang mendampingi tim provinsi, salah satunya saya dan kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Disnakan Jayanto,” tutur Taufik.

Dia menyampaikan stok daging di Sragen aman sampai pasca-Lebaran mendatang. Dia menjamin daging dari RPH Nglangon bebas glonggongan. Namun Taufik tidak berani menjamin daging yang beredar di Pasar Bunder Sragen aman karena daging di pasar induk itu tidak hanya berasal dari RPH tetapi juga dari daerah lain.

“Saat menjelang Lebaran, ada 7-9 ekor sapi yang dipotong per hari. Biasanya permintaan daging itu akan meningkat pada H-2 dan H+2 Lebaran. Jagal sapi itu biasanya malah tidak punya sapi. Mereka beli daging dan menjualnya di pasar itu dalam bentuk parka, yakni daging balung yang dikurangi kepala, kulit, jeroan, dan kaki,” tutur dia.

Setiap satu ekor sapi, ujar Taufik, bisa menghasilkan daging balung seberat 150 kg-250 kg. Sapi dengan berat badan sampai 500 kg, kata dia, biasanya hasil dagingnya bisa tembus 250 kg. Dia menyampaikan tim provinsi itu tidak menemukan indikasi apa-apa di RPH Nglangon.

Ketua Paguyuban Pedagang Daging Sapi Lembumas Sragen, Duto Sosialismanto, mengatakan stok daging sapi di Sragen berlimpah menjelang Lebaran. Bahkan Duto menyebut harga daging sapi pun masih stabil Rp95.000-Rp96.000/kg. Dia memprediksi gejala kenaikan harga daging akan terjadi pada saat mendekati Lebaran tetapi hukum pasar yang bermain.

“Yang jadi masalah justru di Pasar Hewan Nglangon yang sepi pada empat hari pasaran Pahing terakhir. Pasar sapi lesu karena adanya kebijakan pemerintah pusat untuk impor daging. Para bakul yang biasanya menyuplai kebutuhan sapi di Jakarta, Tasikmalaya, Sukabumi, dan kota-kota besar lainnya menjadi berhenti total. Ke Jakarta itu biasanya 15 ekor setiap lima hari sekali. Sekarang macet akibat adanya kebijakan impor daging itu,” ujar Duto.

 

lowongan pekerjaan
PT Sejati Cipta Mebel, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…