Ilustrasi selfie (Shutterstock) Ilustrasi selfie (Shutterstock)
Jumat, 16 Juni 2017 20:15 WIB Ahmad Wakid/JIBI/Solopos Wonogiri Share :

Pendaki Ini Selamat Setelah Terjatuh dari Ketinggian 300 Meter di Puncak Cumbri Wonogiri

Seorang pendaki gunung setelah setelah terjatuh dari ketinggian 300 meter di pucak Cumbri, Purwantoro, Wonogiri.

Solopos.com, WONOGIRI — Seorang pendaki gunung, Wahyu, selamat setelah terjatuh dari ketinggian 300 meter di puncak Cumbri, Purwantoro, Wonogiri, Kamis (15/6/2017) pukul 16.30 WIB. Meski mengalami luka serius, Wahyu masih hidup.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, pria asal Kadipiro, Bejen, Karanganyar, itu mendaki bukit Cumbri bersama seorang temannya, Ali, warga Segarong, Puhpelem, Wonogiri. Keduanya menaiki puncak Cumbri melalui area parkir di Turgo, perbatasan Desa Biting dan Kepyar Kecamatan, Purwantoro, Wonogiri.

Saat Wahyu berswafoto di salah satu spot favorit puncak Cumbri, tiba-tiba kakinya terpeleset hingga terjengkang ke belakang. Kepala Desa Biting, Masmiyanto, membenarkan adanya kejadian tersebut.

Menurutnya, Wahyu terjatuh dari ketinggian 300 meter. Masmiyanto menceritakan setelah mengetahui temannya terjatuh, Ali berusaha mencari Wahyu, namun tidak ketemu. Kemudian Ali berusaha menghubungi rekannya, Arif, warga Desa Bakalan, Purwantoro, melalui handphone.

Pukul 17.00 WIB keduanya bertemu di lereng timur bukit Cumbri untuk mencari Wahyu. Namun, upaya keduanya tidak berhasil sehingga mereka kemudian meminta bantuan masyarakat setempat.

Ali dan Arif bersama lima warga setempat melanjutkan pencarian dengan penerangan seadanya, seperti senter. Akhirnya, Wahyu ditemukan pada pukul 19.00 WIB. Kemudian Wahyu dievakuasi dan dibawa hingga area parkir Turgo pada pukul 20.30 WIB.

“Setelah berhasil diangkat dari dasar jurang, korban sempat dibawa ke rumah warga dan diberi minum. Setelah itu, dia dibawa ke rumah sakit Amal Sehat Slogohimo,” ujar Masmiyanto ketika dihubungi Solopos.com, Jumat.

Masmiyanto menambahkan evakuasi dari tempat ditemukannya Wahyu hingga area parkir Turgo berjarak 1 km. Namun, sulitnya medan yang dilalui membuat evakuasi tersebut berlangsung cukup lama. Beruntung saat ditemukan pendaki itu masih dalam keadaan hidup meski dengan luka serius di tubuhnya.

Wahyu dievakuasi dengan cara digendong menggunakan jarit. “Dia mengalami luka pada bagian kepala belakang. Tapi dia mengeluhkan sakit pada bagian pinggang dan punggungnya,” terangnya.

Sementara itu, Pejabat Humas RS Amal Sehat Slogohimo, dr. Himawan Haris Nur Salim, mengungkapkan Wahyu dirawat di ruang IGD RS Amal Sehat Slogohimo dengan cedera serius pada tulang leher dan tulang punggung. Wahyu tiba di RS Amal Sehat dengan kondisi kesadaran lemah dan kritis pada pukul 21.34 WIB.

Menurut dia, dari hasil pemeriksaan medis dan berdasar CT Scan serta hasil rontgen di tubuh korban ditemukan cedera serius pada tulang leher dan tulang punggung. Dia menambahkan keluarga Wahyu telah dihubungi dan sudah berada di rumah sakit tersebut.

Himawan mengatakan lantaran keterbatasan fasilitas, Wahyu bakal dirujuk ke rumah sakit yang lebih lengkap. Namun demikian, Wahyu telah diberikan pelayanan semaksimal mungkin.

“Saat ini, sudah mulai membaik. Kesadaran mulai pulih, tetapi penanganan harus segera di rumah sakit yang ada pelayanan sub bedah tulang ke Karima Utama Solo, karena yang cedera bagian yang sangat sensitif [tulang leher],” jelasnya.

 

lowongan kerja
lowongan kerja SMK MUHAMMADIYAH 1 SURAKARTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Ramadan di Kampung

Gagasan ini dimuat Harian Solopos, Kamis (15/6/2017), karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan perkotaan. Solopos.com, SOLO–Ramadan datang membawa ingatan nostalgia atas peristiwa hidup di kampung. Bertahun-tahun lalu warga kampung di Kelurahan Karangasem, Kecamatan Laweyan, Kota Solo,…