Para pemuda Wonogiri mengikuti penyuluhan bahaya penyalahgunaan narkoba di Wonogiri, belum lama ini. (Istimewa) Para pemuda Wonogiri mengikuti penyuluhan bahaya penyalahgunaan narkoba di Wonogiri, belum lama ini. (Istimewa)
Jumat, 16 Juni 2017 09:35 WIB Rudi Hartono/JIBI/Solopos Wonogiri Share :

NARKOBA WONOGIRI
DKOP Cari 250 Pemuda untuk Menjadi Duta Antinarkoba

Narkoba Wonogiri, DKOP mengukuhkan 250 pemuda untuk menjadi duta kampanye antinarkoba.

Solopos.com, WONOGIRI — Insan muda Wonogiri dinilai rawan terkontaminasi perilaku penyalahgunaan narkoba. Oleh karena itu Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (DKOP) mengukuhkan duta antinarkoba dari kalangan pemuda.

Diharapkan mereka dapat memberi pemahaman kepada para pemuda lainnya tentang bahaya penyalahgunaan narkoba supaya terhindari dari jeratan narkoba. Kepala Bidang Kepemudaan dan Olahraga, Joko Pramono, mewakili Kepala DKOP Wonogiri, Sentot Sujarwoko, kepada Solopos.com, Kamis (15/6/2017), mengatakan sudah mengukuhkan ratusan pemuda menjadi duta kampanye antinarkoba.

Mereka berasal dari empat kawasan eks distrik di Wonogiri. DKOP menargetkan bisa mengukuhkan 250 pemuda dari wilayah lima eks distrik, yakni Wonogiri, Wuryantoro, Jatisrono, Purwantoro, dan Baturetno. Para pemuda yang sudah menjadi duta itu telah disuluh oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sukoharjo belum lama ini sesuai kawasan eks distrik mereka.

Para peserta diberi pemahaman mengenai semua hal terkait dampak buruk narkoba. Mereka selanjutnya bertugas mengampanyekan pengetahuan tersebut kepada pemuda lain di wilayah masing-masing.

“Mereka menjadi pioner pemuda antinarkoba. Pekerjaan ini belum selesai karena pemuda di Wonogiri masih banyak. Saya mencatat ada 228.908 pemuda. Mereka harus dibentengi dari jeratan narkoba,” kata Joko.

Dia meyakini pesan yang disampaikan penyuluh diterima peserta dengan baik. Penyuluhan yang dilakukan BNNK Sukoharjo menggunakan pendekatan kepemudaan, seperti menggunakan sarana musik.

Joko menilai komunikasi yang tak monoton itu membuat pesan dari pemateri sampai dengan baik kepada peserta. Selain itu pemateri merupakan mantan pecandu narkoba sehingga tahu betul bahaya narkoba.

Koordinator BNNK Sukoharjo, Agus Widanarko, mengapresiasi upaya yang dilakukan DKOP Wonogiri. Menurut dia, langkah itu sudah seharusnya dilakukan untuk melindungi para pemuda yang merupakan generasi penerus bangsa.

Dia menyatakan siap bekerja sama mewujudkan pemuda Wonogiri antinarkoba. Lelaki yang akrab disapa Danar itu mengatakan penyuluhan yang dilakukannya kini menggunakan konsep baru dengan menggandeng dua mantan pecandu narkoba, yakni Hilarius Tatung dan Deny Klowor. Timnya diberi nama Desblangkon.

“Kami membawa konsep edutainment atau edukasi berkolaborasi dengan hiburan. Dulu kami satu grup musik lalu bubar gara-gara narkoba. Kini kami bersatu untuk memerangi narkoba untuk menebus kesalahan masa lalu,” ucap Danar.

lowongan pekerjaan
PT BACH MULTI GLOBAL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…