Ilustrasi truk pasir (JIBI/SOLOPOS/Sunaryo Haryo Bayu) Ilustrasi truk pasir (JIBI/SOLOPOS/Sunaryo Haryo Bayu)
Jumat, 16 Juni 2017 17:15 WIB Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos Boyolali Share :

LEBARAN 2017
Truk Pasir Dilarang Melintas di Boyolali Mulai Minggu (18/6/2017)

Lebaran 2017, truk dilarang melintas pada masa mudik.

Solopos.com, BOYOLALI — Truk pengangkut hasil galian C atau penambangan pasir dan batu dilarang melintas di jalan raya Kabupaten Boyolali mulai H-7 Lebaran atau Minggu (18/6/2017). Sementara jenis truk lain tak boleh lewat mulai H-4 Lebaran.

“Mulai H-7 hingga H+7 Lebaran, truk galian C tidak boleh melintas di jalanan. Aturan ini memang dimaksudkan agar truk tidak mengganggu kelancaran arus mudik,” ujar Kabid Keselamatan Sarana dan Prasaran Dinas Perhubungan (Dishub) Boyolali, Didik Prihanto, Jumat (16/6/2017).

Dia menambahkan truk yang beratnya di atas 14 ton atau memiliki tiga sumbu tidak boleh melintas di jalanan sejak H-4 hingga H+3 Lebaran. Sedangkan truk yang diizinkan melintas adalah truk pengangkut bahan bakar minyak (BBM), pengangkut sembako, truk pengangkut susu, hantaran pos dan truk atau kendaraan khusus pengangkut sepeda motor dan barang peserta mudik gratis.

Terkait jumlah kendaraan angkutan Lebaran, data di Dishub Boyolali menyebutkan jumlah bus antar kota dalam provinsi (AKDP) sebanyak 302 unit dengan kapasitas angkut total sebanyak 7.550 kursi per hari.

Angkutan pedesaan sebanyak 312 unit dengan kapasitas angkut 6.240 orang per hari. Bus pariwisata sebanyak 63 unit dengan kapasitas angkut 2.835 orang per hari, angkutan kota sebanyak 38 unit dengan kapasitas angkut 1.520 orang per hari, dan taksi 95 unit atau kapasitas angkut 525 orang per hari.

PT. ABRAR TUJUH BERSAUDARA ISLAMI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Jangka Kamardikan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (15/8/2017), karya Bandung Mawardi dari Bilik Literasi. Alamat e-mail bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Setahun setelah peristiwa bersejarah, proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, terbit buku berjudul Djangka Djajabaja Sempoerna dengan Peristiwa Indonesia Merdeka garapan…