Petugas Dishub Boyolali memasang water barrier di jalan raya Boyolali-Semarang kawasan Pasar Kota Boyolali, Jumat (16/6/2017). (Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos) Petugas Dishub Boyolali memasang water barrier di jalan raya Boyolali-Semarang kawasan Pasar Kota Boyolali, Jumat (16/6/2017). (Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos)
Jumat, 16 Juni 2017 16:15 WIB Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos Boyolali Share :

LALU LINTAS BOYOLALI
Water Barrier Dipasang dari Bundaran Tugu Jam hingga Seiko

Persiapan menyambut arus mudik dilakukan dengan memasang water barrier.

Solopos.com, BOYOLALI — Puluhan water barrier dipasang di jalan raya Boyolali-Semarang kawasan Kota Boyolali, Jumat (16/6/2017). Median jalan portable itu dipasang pada bundaran Tugu Jam hingga perempatan Seiko yang berjarak sekitar 150 meter.

Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Boyolali memasang sekitar 70 unit water barrier diberi jarak sekitar satu meter. Di sela-selanya dipasang tali sehingga tetap tidak dapat diterobos pengguna jalan.

Sementara itu, water barrier di titik ujung Tugu Jam, petugas memberi jarak memadai agar bundaran tetap bisa dilewati kendaraan.

Kasi Keselamatan pada Bidang Pengembangan dan Keselamatan Dishub Boyolali, Eka Wijananta, mengatakan lalu lintas kendaraan di dalam kota Boyolali kian padat  seiring mendekatnya waktu Lebaran.

“Yang jelas ini kami pasang untuk pengamanan menjelang Lebaran karena peningkatan volume kendaraan sudah mulai terasa,” ujarnya di sela-sela kegiatan pemasangan.

Sementara itu, pemasangan water barrier ini juga akan dilakukan di daerah yang dinilai ramai dan rawan macet yakni di kawasan Galaxy Swalayan dan Pasar Ampel. “Setelah ini rencananya water barrier ini akan dipasang juga di Galaxy. Dan kalau mencukupi, nanti Pasar Ampel juga.”

lowongan kerja
lowongan kerja NUPEST CONTROL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

senin 5 juni

Kolom

GAGASAN
Ramadan di Kampung

Gagasan ini dimuat Harian Solopos, Kamis (15/6/2017), karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan perkotaan. Solopos.com, SOLO–Ramadan datang membawa ingatan nostalgia atas peristiwa hidup di kampung. Bertahun-tahun lalu warga kampung di Kelurahan Karangasem, Kecamatan Laweyan, Kota Solo,…