Mobil melintasi jalan tol Solo-Sragen dari arah timur di kawasan Gondangrejo, Karanganyar, Jumat (8/7/2016). Jalan tol mulai dibuka satu jalur dari arah Sragen menuju Solo pada H+2 untuk menunjang kelancaran arus balik Lebaran 2016. (Ivanovich Aldino/JIBI/Solopos) Mobil melintasi jalan tol Solo-Sragen dari arah timur di kawasan Gondangrejo, Karanganyar, Jumat (8/7/2016). Jalan tol mulai dibuka satu jalur dari arah Sragen menuju Solo pada H+2 untuk menunjang kelancaran arus balik Lebaran 2016. (Ivanovich Aldino/JIBI/Solopos)
Jumat, 16 Juni 2017 14:35 WIB Tri Rahayu/JIBI/Solopos Sragen Share :

JALUR MUDIK LEBARAN 2017
  Pintu Keluar Tol Soker Digeser dari Paldaplang ke Widodaren

Jalur mudik Lebaran 2017 di tol Soker yang semula berakhir di Paldaplang digeser ke Widodaren.

Solopos.com, SRAGEN — Jalur fungsional mudik Lebaran 2017 dari Ngasem, Colomadu, Karanganyar, yang semula hanya sampe pintu keluar (exit tol) Paldaplang, Sambungmacan, Sragen, akhirnya diteruskan sampai ke exit tol Walikukun, Widodaren, Ngawi, Jawa Timur.

Hal itu diputuskan setelah ada kunjungan Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri Irjen Royke Lumowa di exit tol Widodaren, Ngawi, Rabu (14/6/2017) lalu.
Kepastian itu juga dibenarkan Direktur Lalu lintas (Dirlantas) Polda Jateng, Kombes Pol. Baharudin Muhammadsyah, saat mendampingi kunjungan Kepala Korlantas Polri di gerbang tol Salatiga, Kamis (15/6/2017).

“Ya, untuk jalur mudik dari Ngasem akan keluar di Widodaren, Ngawi. Kemudian untuk jalur baliknya pintu masuk tol dari Widodaren, Ngawi sampai Ngasem,” ujar Dirlantas Polda Jateng saat ditemui Solopos.com di sela-sela kunjungan rombongan Korlantas Polri.

Pada hari Kamis lalu, tim Solopos, Solopos FM, dan Solopos TV menyurvei kondisi jalur mudik/balik dari Ngasem hingga Walikukun sepanjang 64 km. Dinas Perhubungan yang menaungi pintu tol Ngasem sudah membuat rekayasa lalu lintas di jalur nasional, jalan Solo-Semarang, dengan memasang barier portabel sepanjang 1 km di depan pintu tol Ngasem.

Pintu masuk tol itu cukup luas dan dilengkapi pos pengamanan mudik di sisi timur. Jalur tol dengan kualitas beton rigid selebar enam meter sudah membentang sampai ke Paldaplang, Sragen, dan Walikukun, Widodaren, Ngawi.

Secara umum jalur tol tersebut sudah siap untuk dilewati kendaraan roda empat berkapasitas kecil, seperti sedan, minibus, dan pikap. Sepanjang 64 km tersebut, pemudik akan melewati jalan bergelombang di wilayah Denggungan, Boyolali, atau sekitar km 5 dari Ngasem karena masih ada makam yang belum dipindahkan ahli warisnya.

Kemudian ada juga jalan yang menikung di wilayah Sambirejo, Kecamatan Mantingan, dan Kauman Kecamatan Sidodaren, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, karena pembebasan lahannya masih dalam proses. Fasilitas umum di sepanjang jalur Ngasem-Walikukun belum selengkap jalur Semarang-Salatiga.

Stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) mini dari PT Pertamina hanya disediakan di satu lokasi, yakni di rest area STA atau km 21 Kebakkramat, Karanganyar. Para pemudik tidak perlu khawatir mogok di jalan karena PT Solo Ngawi Jaya juga menyediakan fasilitas mobil derek, mobil patroli, plus mobil ambulans.

Pintu keluar tol alternatif ada di interchange Pungkruk dan exit tol Paldaplang. Interchange Kebakkramat memungkinkan difungsikan dalam kondisi darurat.

General Manajer Teknik PT SNJ, Aryo Gunanto, menyampaikan dua lokasi lahan di wilayah Mantingan dan Widodaren yang belum digarap itu karena masih terkendala belum adanya kesepakatan harga pembebasan lahan. “Pembebasan lahan itu tanggung jawab pemerintah pusat, bukan PT SNJ. Proses pembebasan lahannya masih jalan. Namun infrastruktur jalan tol sudah siap untuk dilewati secara fungsional kendaraan pada arus mudik atau balik,” ujarnya saat dihubungi Solopos.com, Jumat (16/6/2017).

Aryo berencana menggelar pasukan PT SNJ bersama stakeholders terkait untuk persiapan jalur fungsional mudik dan balik di pintu tol Ngasem pada Sabtu (17/6/2017) ini pada pukul 15.00 WIB. Pada gelar pasukan itulah, PT SNJ akan menjelaskan semua fasilitas di sepanjang jalur tol beserta kelengkapan, baik personel dan fasilitas penunjang.

Potensi kemacetan yang paling besar akan terjadi pada exit tol Walikukun, Kecamatan Widodaren. Pintu keluar tol itu akan bertemu jalan provinsi yang cukup sempit dengan lebar hanya empat meter dan tidak ada jalur alternatif lain untuk memecah arus.

Polres Ngawi sempat menyatakan belum siap ketika exit tol Walikukun itu digunakan untuk pintu keluar jalur mudik dengan pertimbangan adanya potensi kemacetan. Alternatifnya Paldaplang menjadi pintu keluar jalur mudik dari Ngasem.

Persoalan tersebut kemudian disampaikan kepada Kapala Korlantas Polri Irjen Pol. Royke Lumowa saat berkunjung ke Widodaren. Berdasarkan survei langsung yang dilakukan tim Korlantas Polri, Walikukun, Widodaren, memungkinkan menjadi pintu keluar jalur mudik lewat jalan tol.

Kasatlantas Polres Ngawi AKP Rukimin mewakili Kapolres Ngawi AKBP Nyoman Budiarta menyatakan Polres Ngawi mau tidak mau harus menerima dan menindaklanjuti perintah dari Mabes Polri. “Kami mau tidak mau ya harus menerima. Mau tidak mau ya harus merekayasa lalu lintas di pintu keluar tol itu. Saya langsung berkoordinasi dengan DPU [Dinas Pekerjaan Umum] yang membidangi jalan provinsi dan nasional serta dengan pihak pengelola jalan tol untuk melebarkan jalan sepanjang 1,4 km dari pintu tol hingga jalan nasional. Lebar jalannya menjadi 6 meter,” ujar Rukimin saat dihubungi Kamis malam.

Rukimin menjelaskan kendala dan potensi kemacetan itu akan terjadi di simpang tiga Gendingan yang menjadi pertemuan arus dari jalan nasional Sragen-Ngawi dengan arus lalu lintas dari jalur tol dan lalu lintas regular pada jalan provinsi. “Jalan dari exit tol itu nanti dibuat dua jalur. Rekayasanya dibuat one way dengan sistem buka tutup. Rekayasa itu satu-satunya solusi yang bisa kami tempuh. Bila terjadi crowded, kami sudah berkoordinasi dengan Satlantas Polres Sragen agar arus mudik di jalan tol dikeluarkan di Paldaplang sebagai alternatif pertama dan interchange Pungkruk sebagai alternatif kedua,” imbuhnya.

Kasatlantas Sragen AKP Dwi Erna Rustanti mewakili Kapolres Sragen AKBP Cahyo Widiarso saat dihubungi Kamis sore menyatakan ada skenario rekayasa lalu lintas untuk antisipasi kepadatan lalu lintas di pintu keluar Widodaren. Erna sudah berkoordinasi dengan Satlantas Polres Ngawi untuk membuka pintu tol Paldaplang dan Pungkruk bila terjadi penumpukan lalu lintas di Widodaren.

lowongan kerja
lowongan kerja BMT DINAR MULYA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Ramadan di Kampung

Gagasan ini dimuat Harian Solopos, Kamis (15/6/2017), karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan perkotaan. Solopos.com, SOLO–Ramadan datang membawa ingatan nostalgia atas peristiwa hidup di kampung. Bertahun-tahun lalu warga kampung di Kelurahan Karangasem, Kecamatan Laweyan, Kota Solo,…