Suasana Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA tahun ajaran 2017/2018 di SMAN 3 Sukoharjo, Rabu (14/6/2017). (Bony Eko Wicaksono/JIBI/Solopos) Suasana Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA tahun ajaran 2017/2018 di SMAN 3 Sukoharjo, Rabu (14/6/2017). (Bony Eko Wicaksono/JIBI/Solopos)
Kamis, 15 Juni 2017 14:07 WIB Trianto Hery Suryono/JIBI/Solopos Sukoharjo Share :

PPDB 2017
Data Nilai Berbeda di SKHUN dan PPDB Online Ditemukan di Kabupaten Sukoharjo

PPDB 2017, pelaksanaan PPDB online jenjang SMA di Kabupaten Sukoharjo ditemukan perbedaan data nilai di SKHUN dan database PPDB online.

Solopos.com, SUKOHARJO–Pelaksanaan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) di SMAN 1 Sukoharjo ditemukan adanya perbedaan nilai yang diperoleh siswa di Surat Keputusan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) dan database PPDB online.

Warga Kelurahan Gayam, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo, Sutarman, mengatakan dirinya dirugikan dengan pelaksanaan PPDB online. Menurut Sutarman, dua nilai mata pelajaran di database online lebih rendah dibandingkan di lembar SKHUN yang diterima. Dia menyebutkan nilai Mapel Matematika di PPDB online tertera 30 sedangkan di lembar SKHUN mendapatkan nilai 75 dan Mapel Bahasa Inggris di database PPDB online tertulis 20 berbeda dengan di lembar SKHUN yang sudah dilegalisasi pihak sekolah yakni 70.

“Untuk mendapatkan tambahan nilai satu saja sulitnya bukan main. Tambahan nilai satu di masa PPDB online seperti sekarang ini ditunggu-tunggu peserta didik. Namun, nilai anak saya justru diturunkan lebih dari sembilan nilai,” ujar Sutarman kepada Solopos.com, Rabu (14/6/2017).

Sutarman bercerita akibat kesalahan teknis anaknya dirugikan. Dia meminta panitia bisa menyelesaikan kasus yang dialami anaknya sehingga bisa bersekolah di SMAN 1 Sukoharjo. Dia optimistis nilai SKHUN yang diperoleh anaknya masuk kuota anak didik baru SMAN 1 Sukoharjo. “Apakah human error atau tidak saya sendiri tidak tahu. Yang jelas akibat perbedaan data nilai merugikan anak saya,” jelas dia.

lowongan kerja
lowongan kerja CREATIVE DESAIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Fetisisme Ramadan

Gagasan Harian Solopos edisi Rabu (14/6/2017) ini karya Bagus Kurniawan, dosen Sastra Indonesia di Fakultas Ilmu Budaya UNS. Solopos.com, SOLO–Gejala yang terjadi akhir-akhir ini menunjukkan Ramadan mengalami anomali. Dalam paradigma spiritualitas Islam, Ramadan dianggap sebagai bulan bagi umat Islam utuk…