Ilustrasi. (chip.co.id)
Kamis, 15 Juni 2017 08:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

PENIPUAN MADIUN
Gagal Beli HP Baru, Pemuda Ini Malah Kehilangan Motor

Penipuan Madiun, seorang pemuda menjadi korban penipuan saat membeli HP.

Solopos.com, MADIUN — Niat hati ingin memiliki handphone baru untuk berlebaran, pemuda asal Kabupaten Madiun berinisial PMR ini justru bernasib apes.

Sepeda motornya raib dibawa lari seseorang yang awalnya hendak menjual HP kepada PMR. Informasi dari Paur Humas Polres Madiun Kota, Aiptu Mashudi, menyebutkan peristiwa itu berawal saat PMR hendak membeli HP yang dijual secara online di Facebook.

Setelah mencari-cari, akhirnya PMR merasa cocok dan memutuskan membeli HP milik RHY. Keduanya lalu janjian bertemu di depan Stasiun Madiun, Jumat (2/6/2017) sekitar pukul 15.00 WIB.

Setelah saling berkenalan, keduanya berpindah tempat di depan Lapas Kelas I Madiun di wilayah Manguharjo. RHY meminjam sepeda motor milik PMR dengan alasan mengambil HP yang akan dibeli di rumahnya di depan Lapas.

“PMR hendak membeli HP dari RHY setelah melihatnya di Facebook. Saat bertemu untuk bertransaksi RHY meminjam sepeda motor untuk mengambil HP itu. Saat itu, RHY menitipkan sebuah tas kepada PMR,” kata dia kepada wartawan di Mapolres Madiun Kota, Selasa (13/6/2017).

Setelah menunggu cukup lama, PMR curiga dengan tas yang dititipkan kepadanya. Saat dibuka, PMR kaget tas itu ternyata berisi tiga buah batu yang dibungkus plastik kresek warna hitam.

Merasa dirinya menjadi korban penipuan, PMR melaporkan RHY ke Mapolsek Manguharjo. Atas laporan itu, kemudian polisi menyelidiki kasus itu dan menangkap pelaku RHY pada Jumat (9/6/2017). “RHY ini pemuda asal Bogor, di sini ia tinggal di Ngawi,” ujar dia.

Mashudi menuturkan polisi menyita sejumlah barang bukti berupa sepeda motor Honda Beat merah milik korban, tas berisi tiga batu, dan satu jaket berwarna hitam milik pelaku. Saat ini, RHY masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Madiun Kota.

“Akibat perbuatannya itu, pelaku dikenakan Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal empat tahun,” ujar Mashudi.

 

lowongan pekerjaan
DAQU TRAVEL HAJI & UMROH SURAKARTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…