Ilustrasi perdagangan ikan segar. (JIBI/Solopos/Antara) Ilustrasi perdagangan ikan segar. (JIBI/Solopos/Antara)
Kamis, 15 Juni 2017 00:40 WIB Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

Konsumsi Ikan di Bantul Rendah

Harga ikan padahal jauh lebih murah dan relatif stabil dibandingkan harga daging sapi dan ayam

Solopos.com, BANTUL—Jumlah konsumsi ikan masyarakat Bantul masih rendah dengan capaian 19 kilogram per kapita/tahun. Idealnya di Bumi Projotamansari mencapai 35 kilogram per kapita/tahun. Ditilik dari segi harga, harga ikan padahal jauh lebih murah dan relatif stabil dibandingkan harga daging sapi dan ayam.

Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Bantul, Pulung Haryadi, menengarai rendahnya konsumsi ikan di Bantul disebabkan lidah masyarakat masih asing dengan tekstur daging ikan yang lunak. Protein yang terkandung dalam ikan padahal cukup tinggi. “Saya rasa itu masalah kegemaran dan cukup sulit diubah,” ujarnya, Selasa (13/6/2017).

Pulung menyayangkan rendahnya konsumsi ikan ini karena Bantul sudah dapat memenuhi kebutuhan akan ikannya sendiri, terutama ikan air tawar seperti lele, gurame dan nila. Akhirnya karena tidak terserap oleh pasar lokal, selama ini banyak hasil tangkapan ikan di Bantul dikirim ke pasar luar daerah.

Untuk peningkatan konsumsi, DPPKP akan menggencarkan sosialisasi gemar makan ikan pada masyarakat dan mendorong peningkatan produksi ikan. “Ada program pemanfaatan lahan pekarangan, lahan sempit untuk mendapatkan hasil panen ikan yang maksimal,” ucapnya.

lowongan pekerjaan
CV MUTIARA BERLIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…