Sejumlah kambing berkeliaran di ruas tol Solo-Kertosono (Soker) wilayah perbatasan Desa Donohudan dan Sindon, Ngemplak, Boyolali, Rabu (7/6/2017). (Aries Susanto/JIBI/Solopos) Sejumlah kambing berkeliaran di ruas tol Solo-Kertosono (Soker) wilayah perbatasan Desa Donohudan dan Sindon, Ngemplak, Boyolali, Rabu (7/6/2017). (Aries Susanto/JIBI/Solopos)
Kamis, 15 Juni 2017 09:35 WIB Aries Susanto/JIBI/Solopos Boyolali Share :

JALUR MUDIK LEBARAN 2017
H-10, Tol Soker Steril Aktivitas Warga

Jalur mudik Lebaran 2017, tol Soker harus steril dari aktivitas warga mulai H-10 Lebaran.

Solopos.com, BOYOLALI — Pekerjaan proyek jalan tol Solo-Kertosono (Soker) terus dikebut untuk menyambut arus mudik dan arus balik Lebaran 2017. Jalan bebas hambatan itu harus steril dari segala aktivitas warga pada H-10 Lebaran, Kamis (15/6/2017).

Kepala pejabat pembuat komitmen (PPK) tol Soker wilayah Jawa Tengah, Bedru Cahyono, memastikan sebelum pintu tol dibuka untuk arus mudik, wilayah tol Soker harus steril dari segala aktivitas warga yang dianggap membahayakan keselamatan pemudik. Petugas hanya memberikan toleransi kepada warga yang sekadar ingin menyeberang tol melalui persimpangan-persimpangan yang telah ditentukan. (Baca juga: Fix, Tol Soker Dibuka Mulai Ngasem sampai Paldaplang)

“Kalau warga ingin menyeberang tetap diperbolehkan, namun ada petugas yang mengatur. Ini untuk mengantisipasi kecelakaan,” ujar Bedru kepada Solopos.com, Rabu (14/6/2017).

Pantauan Solopos.com di lokasi tol Soker wilayah Ngemplak, Boyolali, sejumlah aktivitas warga masih terlihat di jalur tol, antara lain mengendarai sepeda motor, belajar menyetir mobil, menggembala kambing, menjemur hasil panen, sekadar menongkrong, hingga orang yang berdagang kaki lima.

Salah satu warga Sindon, Sutrisno, mengaku belum mengetahui area tol selama Lebaran harus steril dari segala aktivitas-aktivitas di luar kepentingan mudik. “Sejauh ini, aman-aman saja. Tapi, kalau nanti dilarang, ya enggak apa-apa. Ini kan mumpung tol belum diresmikan,” ujarnya saat asyik menongkrong di wedangan tol Soker wilayah Desa Donohudan.

Bedru menyebutkan persiapan tol Soker untuk mudik Lebaran sudah mencapai 95%. Saat ini hanya menunggu cor cukup umur di pintu masuk Ngasem, persimpangan Ngesrep, serta pemasangan rambu-rambu dan pemasangan pagar tol.

“Rambu penunjuk jalan sebenarnya sudah kami pasang sebagian. Ini sambil jalan terus dilakukan pemasangan rambu penunjuk arah,” terangnya.

Sejumlah pengerjaan itu antara lain di perlintasan di Desa Ngesrep, underpass Dukuh Mangu, serta underpass di Donohudan, dan pintu masuk Klodran. “Nanti semua kendaraan dari Semarang akan masuk melalui pintu Ngasem. Sementara kendaraan dari Jogja melalui pintu Klodran,” tambahnya.

Terkait arus balik, Bedru belum bisa menyampaikan karena hasil koordinasi belum final. Dalam waktu dekat, rapat koordinasi akan digelar untuk membikin rekayasa arus balik.

“Semua proyek ini dikebut, petugas dari Dishub dan polisi lalu lintas juga kerja lembur untuk memastikan arus mudik dan arus balik Lebaran berjalan aman,” tambahnya.

lowongan kerja
lowongan kerja PBF di sukoharjo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

senin 5 juni

Kolom

GAGASAN
Fetisisme Ramadan

Gagasan Harian Solopos edisi Rabu (14/6/2017) ini karya Bagus Kurniawan, dosen Sastra Indonesia di Fakultas Ilmu Budaya UNS. Solopos.com, SOLO–Gejala yang terjadi akhir-akhir ini menunjukkan Ramadan mengalami anomali. Dalam paradigma spiritualitas Islam, Ramadan dianggap sebagai bulan bagi umat Islam utuk…