Pengguna jalan melintas di Jembatan Bejingan, Masaran, Sragen, yang nyaris ambrol lantaran tak kunjung diperbaiki, Senin (12/6/2017). (Kurniawan/JIBI/Solopos) Pengguna jalan melintas di Jembatan Bejingan, Masaran, Sragen, yang nyaris ambrol lantaran tak kunjung diperbaiki, Senin (12/6/2017). (Kurniawan/JIBI/Solopos)
Rabu, 14 Juni 2017 19:35 WIB Kurniawan/JIBI/Solopos Sragen Share :

INFRASTRUKTUR SRAGEN
Awas, Jembatan di Jalur Utama Masaran-Pilang Nyaris Ambrol

Infrastruktur Sragen, Jembatan Bejingan di jalur Masaran-Pilang nyaris ambrol.

Solopos.com, SRAGEN — Kondisi Jembatan Bejingan atau Jembangan, Desa Jati, Masaran, Sragen, yang pilar tengahnya mengalami pergerakan atau ambles tahun lalu kondisinya semakin mengkhawatirkan.

Kondisi tersebut diperparah banyaknya pengendara motor yang nekat lewat jembatan itu. Padahal dua ujung jembatan sudah ditutup menggunakan batang kayu dan gundukan tanah.

Pengguna jalan nekat lewat jembatan lantaran tidak mau mengambil jalur alternatif yang lebih jauh. Pantauan Solopos.com, pengendara motor harus bergantian saat lewat bagian tengah jembatan.

Posisi jembatan sudah miring dan sambungannya mulai terpisah. “Rusaknya tahun lalu sebelum Ramadan. Jadi sudah setahun lebih,” ujar Siswanto, warga Jembangan RT 013/RW 004 Jati, Rabu (14/6/2017).

Dia berharap Pemkab Sragen segera memperbaiki jembatan sebelum ada pengendara motor yang terperosok. Apalagi volume kendaraan yang selama ini melewati jalur tersebut cukup padat.

Sejak jembatan rusak, kendaraan dialihkan lewat jalur lain yang lebih jauh. Tapi tidak sedikit pengguna jalan yang terjebak di Jembatan Jembangan lantaran tak tahu jembatan itu rusak.

“Ini jalur utama dari Masaran kota ke Pilang dan sekitarnya maupun sebaliknya. Bisa dihitung, jumlah kendaraan yang lewat sangat banyak. Semoga jembatan bisa segera diperbaiki,” imbuh dia.

Terpisah, Ketua Komisi C DPRD Sragen, Sugiyarto, saat dimintai tanggapannya mengatakan pentingnya jembatan itu bagi warga. Politikus PDIP tersebut mengaku beberapa kali lewat jalur itu.

Tahun ini Pemkab mengalokasikan anggaran Rp2,8 miliar untuk perbaikan jembatan tersebut. Rencananya jembatan lama dirobohkan dan dibangun jembatan baru.

“Tahun ini akan dibangun lagi, sudah ada anggarannya. Jembatan itu sangat vital lantaran banyak warga yang lewat jalur itu saban harinya. Makanya kami anggarkan Rp2,8 miliar,” tutur dia.

Sugiyarto berharap proyek-proyek fisik 2017 bisa segera dilelang agar pengerjaannya bisa segera dimulai. Apalagi masyarakat sudah menunggu-nunggu perbaikan infrastruktur yang rusak.

“Informasinya untuk proyek perbaikan jembatan ini harus di retender karena yang ikut lelang cuma beberapa dan dokumennya kurang memenuhi syarat. Sampai sekarang belum lelang lagi,” ujar dia.

Sugiyarto meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait segera memacu tahapan lelang ulang proyek-proyek fisik yang harus di retender. Jangan sampai waktu yang tersisa sudah mepet.

lowongan peekrjaan
PT. Integra Karya Sentosa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…