Gunung Kemukus Sragen (Dok/JIBI/Solopos) Gunung Kemukus Sragen (Dok/JIBI/Solopos)
Rabu, 14 Juni 2017 14:15 WIB Kurniawan/JIBI/Solopos Sragen Share :

HIV/AIDS SRAGEN
Khawatir HIV/AIDS Jadi Endemi, Sekda: KPA Ayo Action!

HIV/AIDS Sragen, Sekda menyerukan KPA action.

Solopos.com, SRAGEN — Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen, Tatag Prabawanto, menyerukan kepada semua stakeholder penanggulangan HIV/AIDS agar bahu membahu mengerem laju pertumbuhan kasus penyakit itu.

Sebab tren angka penyakit tersebut menunjukkan gejala kian mengkhawatirkan dari waktu ke waktu. HIV/AIDS dan kanker serviks menurut Sekda adalah pembunuh paling kejam dan menakutkan.

“Saya minta KPA [Komisi Penanggulangan AIDS] ayolah action. Kondisi ini sudah tidak bisa ditoleransi lagi. Ada hal-hal yang harus dicermati oleh KPA dan stakeholder penanggulangan penyakit tersebut,” ujar Sekda, Selasa (13/6/2017).

Eks Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Karanganyar itu mengakui jumlah pengidap HIV/AIDS di Bumi Sukowati layaknya fenomena gunung es.

Jumlah pengidap yang terdata baru sebagian kecil dari total pengidap penyakit HIV/AIDS. “Ini jadi PR OPD dan stakeholder terkait karena ini sebuah ancaman membahayakan,” kata dia.

Sekda khawatir bila tidak segera ditanggulangi, HIV/AIDS akan menjadi sebuah endemi. Dia mencontohkan kasus penularan HIV/AIDS di objek wisata Gunung Kemukus selama bertahun-tahun terakhir.

Berdasarkan laporan yang diterima Sekda, di Kemukus telah terjadi sekitar 21 kasus penularan HIV/AIDS. Padahal semula hanya tujuh kasus HIV/AIDS yang ditemukan di objek wisata ziarah itu.

“Dan mereka [pengidap HIV/AIDS] lari ke mana saja lan kita tidak tahu. Maka saya minta KPA agar segera action. Tapi penyebaran penyakit ini memang tidak hanya melalui hubungan seks,” tutur dia.

Tatag berharap aparat penegak hukum tidak ragu dalam setiap upaya law enforcement pencegahan HIV/AIDS. “Tegakkan saja hukum di tempat-tempat prostitusi, jangan ragu-ragu,” sambung dia.

Tatag tidak ingin langkah penegakan hukum dikait-kaitkan dengan efek politik. Menurut dia pola pikir seperti itu justru menghambat program kerja, utamanya pencegahan penyakit HIV/AIDS.

Terpisah, Penanggung Jawab Gunung Kemukus, Suparno, menjelaskan selama ini sudah ada pemeriksaan rutin kesehatan seksual oleh tim medis terhadap para PSK yang biasa mangkal.

Langkah itu untuk mencegah terjadnya penularan HIV/AIDS dan penyakit menular berbahaya lainnya. Kendati demikian diakui dia langkah tersebut belum mampu mencegah penularan.

Sebagai informasi, sebanyak 650 warga Kabupaten Sragen diketahui mengidap penyakit HIV/AIDS hingga April 2017 ini.

Namun jumlah tersebut diyakini baru sebagian kecil dari keseluruhan pengidap HIV/AIDS di Bumi Sukowati. Mayoritas penularan HIV/AIDS karena hetero seksual (berhubungan badan dengan berganti-ganti pasangan).

Penularan dengan cara itu mencapai 90 persen. Penularan lain dengan penggunaan narkoba suntik, dan perinatal atau penularan dari ibu ke bayi.

Wahyudi menjelaskan terdapat beberapa tempat risiko tinggi penularan HIV/AIDS. Salah satu tempat berisiko tinggi terjadi penularan penyakit mematikan itu yaitu Gunung Kemukus.

Sebab di Gunung Kemukus kerap terjadi hubungan badan dengan orang yang bukan pasangannya. Wahyudi mengimbau masyarakat berhati-hati dan mencari informasi tentang penyebaran HIV/AIDS.

lowongan kerja
lowongan kerja CV SATRIA GRAHA UTAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Generasi Y dalam Birokrasi

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Selasa (13/6/2017). Esai ini ditulis oleh Tiyas Nur Haryani, dosen di Program Studi Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah tiyasnur@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Belum banyak tulisan dan penelitian…