Kapolsek Ngrampal AKP Budiyono (memakai masker) bersama warga melihat kondisi jenazah Haryanto, 11, bocah asal Srimulyo, Gondang, Sragen, yang ditemukan meninggal dunia di Sungai Klalimantras Dukuh/Desa Ngarum, RT 008, Kecamatan Ngrampal, Sragen, Selasa (13/6/2017). (Istimewa/Polsek Ngrampal) Kapolsek Ngrampal AKP Budiyono (memakai masker) bersama warga melihat kondisi jenazah Haryanto, 11, bocah asal Srimulyo, Gondang, Sragen, yang ditemukan meninggal dunia di Sungai Klalimantras Dukuh/Desa Ngarum, RT 008, Kecamatan Ngrampal, Sragen, Selasa (13/6/2017). (Istimewa/Polsek Ngrampal)
Selasa, 13 Juni 2017 12:07 WIB Tri Rahayu/JIBI/Solopos Sragen Share :

WARGA TENGGELAM SRAGEN
Tak Pulang Usai Sekolah, Bocah SD Asal Gondang Kalap di Sungai

Warga tenggelam Sragen, seorang bocah ditemukan tak bernyawa di suungai.

Solopos.com, SRAGEN — Seorang bocah asal Dukuh Karangtempel RT 019, Desa Srimulyo, Kecamatan Gondang, Sragen, Haryanto, 11, ditemukan mengapung dalam kondisi tak bernyawa di Sungai Klalimantras Dukuh/Desa Ngarum, RT 008, Kecamatan Ngrampal, Sragen, Selasa (13/6/2017) pukul 06.00 WIB.

Sebelumnya, pelajar kelas V sekolah dasar (SD) itu dikabarkan tidak pulang setelah pulang sekolah pada Senin (12/6/2017).

Kapolsek Ngrampal AKP Budiyono mewakili Kapolres Sragen AKBP Cahyo Widiarso saat dihubungi solopos.com, Selasa, menyampaikan peristiwa temuan mayat bocah itu bermula saat Paimin, 50, warga Dukuh/Desa Ngarum RT 008, membuang hajat di sungai.

Sesampainya di sungai, Paimin kaget karena melihat ada seorang bocah tanpa busana mengapung di sungai dalam kondisi meninggal dunia. Paimin pun langsung memberitahu warga sekitar dan melaporkan ke Kepala Desa Ngawum, Purnomo, 46. Kades Ngarum langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Ngrampal.

“Kami langsung mendatangi lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan tim identifikasi Polres Sragen dan tim medis Puskesmas Ngrampal. Tim dari Polres dan puskesmas langsung mengevakuasi korban dan memeriksa kondisi luar tubuh korban. Berdasarkan hasil pemeriksaan, tim tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan. Korban meninggal karena tenggelam di sungai,” ujar Budiyono.

Setelah pemeriksaan selesai, kata dia, jenazah korban diserahkan kepada keluarganya dengan disaksikan Kepala Desa Ngarum, Kepala Desa Srimulyo, dan Kapolsek Gondang.

Camat Gondang, Setyatno, menyampaikan informasi dari keluarga korban, Haryanto tidak pulang sejak Senin siang.

LOWONGAN PEKERJAAN
DIBUTUHKAN TENAGA JAHIT, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
AMS Solo, Pendidikan Multikultur Pertama

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (27/11/2017). Esai inikarya Heri Priyatmoko, dosen Sejarah di Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah heripri_puspari@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Menarik menyimak esai Bandung Mawardi berjudul Mengenang (Pendidikan) Guru (Solopos, edisi 24 November…