Sejumlah peserta didik berada di ruang pencabutan berkas pendaftaran di SMAN 1 Karanganyar, Selasa (13/6/2017). (Ponco Suseno/JIBI/Solopos) Sejumlah peserta didik berada di ruang pencabutan berkas pendaftaran di SMAN 1 Karanganyar, Selasa (13/6/2017). (Ponco Suseno/JIBI/Solopos)
Selasa, 13 Juni 2017 19:35 WIB Ponco Suseno/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

PPDB 2017
Nilai Pas-Pasan, Puluhan Pendaftar SMAN 1 Karanganyar Cabut Berkas

Puluhan calon siswa SMAN 1 Karanganyar mencabut berkas pendaftaran karena nilai pas-pasan.

Solopos.com, KARANGANYAR — Puluhan calon peserta didik mencabut berkas pendaftaran di SMAN 1 Karanganyar, Selasa (13/6/2017). Pencabutan berkas disebabkan kekhawatiran tak akan diterima di SMAN tersebut gara-gara nilai mereka pas-pasan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, SMAN 1 Karanganyar membuka pendaftaran secara online, Minggu (11/6/2017). Selanjutnya, panitia pendaftaran peserta didik baru (PPDB) SMAN 1 Karanganyar mempersilakan calon peserta mengikuti jadwal verifikasi berkas pendaftaran, Senin-Rabu (12-14/6/2017).

Beberapa berkas yang diverifikasi, di antaranya surat keterangan lulus, akta kelahiran, kartu keluarga (KK), surat keterangan tidak mampu (SKTM) bagi yang mengajukan, surat keterangan (SK) pengangkatan guru bagi anak guru, piagam penghargaan, dan lain sebagainya.

“Hari ini [kemarin], verifikasi berkas masih berlangsung. Biasanya, calon peserta didik itu juga melihat jurnal [berdasarkan webiste PPDB Jateng, nilai akhir terendah di SMAN Karanganyar berkisar 53,00]. Sewaktu melihat nilainya di bawah passing grade atau pas-pasan, biasanya para peserta didik langsung mencabut berkas. Jumlah calon peserta didik yang mencabut berkas pendaftaran sudah mencapai 50-an orang,” kata Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Kesiswaan SMAN 1 Karanganyar, Brata, saat ditemui wartawan di kantornya, Selasa.

Brata mengatakan pelayanan PPDB di SMAN 1 Karanganyar bersifat objektif dan transparan. Selama PPDB berlangsung, panitia penyelenggara PPDB tidak menerima titipan calon peserta didik baru.

“Tidak ada budaya titip-menitip. Sistem pendaftaraan saat ini kan secara online. Kami tinggal menerima hasil dari sistem itu nantinya [sistem PPDB online digagas Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jateng],” katanya.

Brata mengatakan kuota peserta didik baru yang akan diterima di SMAN 1 Karanganyar mencapai 416 peserta didik. Jumlah tersebut terdiri dari 288 peserta didik jurusan IPA dan 128 peserta didik jurusan IPS.

“Kuota calon peserta didik di SMAN 1 Karanganyar sudah diperinci, seperti 20 persen dari kalangan keluarga tak mampu, 40 persen ari dalam rayon, 32 persen dari dalam kabupaten, 5,6 persen dari luar kabupaten, dan 2,4 persen dari luar provinsi,” katanya.

Salah satu wali murid, Ny. Supriyanto, 48, masih waswas lantaran nilai anaknya, Cahya Sekar Imani, pas-pasan. Cahya Sekar Imani harus mencabut berkas pendaftaran.

“Anak saya sebenarnya memperoleh nilai tambahan 2,25 karena pernah juara III lomba renang tingkat Jateng [jika ditotal nilainya sekitar 35,00]. Itu pun masih kalah saing dengan calon peserta didik yang lain. Daripada waswas terus, hari ini berkasnya dicabut agar dapat mendaftar ke sekolah lain. Dari proses pendaftaran ini, saya jadi tahu ternyata nilai tambahan prestasi [2,25] itu lebih sedikit dibandingkan nilai tambahan calon peserta didik dari keluarga tak mampu [3,00],” kata warga Triyagan, Sukoharjo, itu.

 

Lowongan Pekerjaan
CV SINDUNATA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…