Muhammad Al Fatih, atlet cilik asal Wonogiri yang berhasil masuk PB Djarum namun kini harus berjuang melawan penyakit kronis. (Ahmad Wakid/JIBI/Solopos) Muhammad Al Fatih, atlet cilik asal Wonogiri yang berhasil masuk PB Djarum namun kini harus berjuang melawan penyakit kronis. (Ahmad Wakid/JIBI/Solopos)
Selasa, 13 Juni 2017 22:15 WIB Ahmad Wakid/JIBI/Solopos Wonogiri Share :

KISAH TRAGIS
Atlet Cilik Berbakat Wonogiri Ini Harus Berjuang Melawan Penyakit Kronis

Kisah tragis, seorang atlet cilik asal Wonogiri harus berjuang melawan penyakitnya.

Solopos.com, WONOGIRI — Muhammad Al Fatih sudah sejak kelas I SD mengasah bakatnya sebagai pemain badminton. Sejumlah prestasi telah ditorehkannya di bidang olahraga tersebut.

Di antara prestasi tersebut, anak laki-laki yang baru lulus SMP itu meraih juara III pada Kejurnas bulu tangkis dan USM Badminton International 2015 lalu. Pada 2014, Fatih lolos audisi PB Djarum sehingga berhasil bergabung dengan klub elite bulu tangkis di Indonesia tersebut.

“Mulai 2014 dia pindah SMP ke Kudus karena diterima di PB Djarum,” kata ibunda Fatih, Hayu, kepada wartawan, Selasa (13/6/2017).

Namun, kini Fatih harus menyerah karena penyakit yang dideritanya. Fatih terkena kolitis ultratif kronis yang menyerang usus besarnya. Anak pasangan Basofi dan Hayu, warga Kerdukepik RT004/RW001 Kelurahan Giripurwo, Kacamatan Wonogiri, itu mulai diserang penyakit tersebut sejak setahun lalu.

Awalnya, Fatih merasakan gejala mirip diare. Dia kemudian dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Solo kemudian dirujuk ke RS dr. Moewardi Solo dan RS dr. Sardjito Yogyakarta. Penyakit itu membuat berat badannya turun drastis, dari 45 kilogram menjadi 33 kilogram.

“Ketika masih opname, semua biaya ditanggung PB Djarum. Sekarang, setiap bulan harus transfusi darah ke RS dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri dan kalau berobat harus ke RS dr. Sardjito,” ujarnya.

Kondisi Fatih sempat agak membaik dan dia mencoba bergabung lagi dengan klub bulu tangkis papan atas itu. Namun, kondisi fisik yang belum benar-benar pulih memaksanya kembali beristirahat di rumah.

“Sekarang, anaknya di rumah saja. Dia juga belum melanjutkan sekolah karena masih fokus untuk penyembuhan,” beber Hayu.

Kondisi keluarganya cukup memprihatinkan. Selain Fatih, sang ayah juga terpaksa berdiam di rumah karena menderita sakit. Sedangkan kakak perempuannya juga baru saja patah tulang karena kecelakaan.

Sang ibu berusaha mencukupi kebutuhan keluarga dengan membuka toko mainan anak-anak di Pasar Pracimantoro. Kabid Pelayanan Medik RSUD dr. SMS Wonogiri, Adi Dharma, mengatakan Fatih rutin transfusi darah di rumah sakit tersebut. Rencananya, anak itu berkonsultasi untuk penatalaksanaan lanjutan dengan dokter Wahyu Damayanti di RS dr. Sardjito.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…