Salah satu keluarga penerima manfaat program keluarga harapan menerima uang bantuan sosial dan kartu ATM untuk mengambil bantuan sosial berikutnya di Kantor Kecamatan pada Senin (12/6/2017). (Sri Sumi Handayani/JIBI/Solopos) Salah satu keluarga penerima manfaat program keluarga harapan menerima uang bantuan sosial dan kartu ATM untuk mengambil bantuan sosial berikutnya di Kantor Kecamatan pada Senin (12/6/2017). (Sri Sumi Handayani/JIBI/Solopos)
Selasa, 13 Juni 2017 05:35 WIB Sri Sumi Handayani/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

BANTUAN SOSIAL KARANGANYAR
Warga Lansia Kesulitan Gunakan Uang Bantuan dari Program Keluarga Harapan

Warga lansia di Karanganyar yang menerima bantuan program keluarga harapan kesulitan memanfaatkan uang bantuan tersebut.

Solopos.com, KARANGANYAR — Pemberian kartua ATM untuk memudahkan pengambilan dana bantuan dari Program Keluarga Harapan (PKH) justru menjadi bumerang bagi penerima bantuan tersebut, terutama kalangan warga lanjut usia. Rata-rata warga lansia penerima manfaat komponen sosial PKH tidak bisa menggunakan kartu ATM mereka untuk mengambil bantuan sosial tersebut.

Pantauan Solopos.com, di Kantor Kecamatan Karanganyar, Senin (12/6/2017), ratusan keluarga penerima manfaat (KPM) program keluarga harapan (PKH) antre mengambil bantuan sosial dan kartu ATM berwarna merah putih. Mereka antre mendapatkan Rp1.890.000 per keluarga per tahun untuk KPM yang mendapatkan bantuan dari komponen kesehatan dan pendidikan.

KPM yang mendapatkan bantuan dari komponen sosial mendapatkan Rp2 juta per keluarga per tahun, tetapi pencairannya dilakukan empat kali dalam satu tahun. Sejumlah KPM itu sudah lanjut usia.

Mereka bingung saat ditanya apakah sudah paham proses pengambilan uang bantuan menggunakan kartu ATM. Mereka malah menjawab mendapatkan Rp500.000. Uang itu akan digunakan untuk bersenang-senang.

“Sudah tua ta, uang untuk apa? Untuk senang-senang dan kasih fitrah putu [cucu]. Enggak tahu kartu [ATM],” tutur Dainah, salah satu warga lansia penerima manfaat PKH yang ditemui Solopos.com saat sedang mengantre di Kantor Kecamatan Karanganyar, Senin (12/6/2017).

Hal senada disampaikan Wakinah, warga lansia lainnya yang juga mengantre pengambilan bantuan tersebut. Dia mengambilkan kartu dan uang Rp500.000 untuk ibunya. Dia menggeleng saat ditanya apakah sudah bisa menggunakan kartu itu untuk mengambil uang periode berikutnya. “Belum pernah [pakai kartu ATM]. Enggak tahu [bagaimana mengambil di ATM],” ujar dia.

Kepala Dinas Sosial Karanganyar, Agus Heri Bindarto, menyampaikan KPM dapat mengambil bantuan sosial di kantor Bank BNI 46. Agus memastikan KPM tidak akan kesulitan saat mengambil uang bantuan.

“Ada petugas dari bank yang akan mendampingi. KPM datang ke bank, silakan bilang dan akan dibantu. Tidak akan kesulitan,” tutur Agus saat ditemui wartawan seusai peluncuran bantuan sosial.

PKH sudah berjalan lima tahun di Karanganyar dengan total 20.968 KPM dan bantuan yang disalurkan Rp85,2 miliar pada 2016. Jumlah KPM berbeda pada tahap I tahun 2017, yaitu Rp10,4 miliar untuk 20.868 KPM.

Hal lain yang membedakan adalah penyaluran bantuan nontunai. Informasi yang dihimpun Solopos.com, dari 20.868 KPM, hanya 5.063 KPM di tiga kecamatan yang sudah dapat menikmati bantuan. Mereka adalah 2.006 keluarga di Gondangrejo, 294 keluarga di Karanganyar, dan 2.763 keluarga di Mojogedang.

Sisanya berada di 14 kecamatan. Proses pencairan menunggu data by name by address dari Kementerian Sosial dan Bank BNI. “Jumlah 20. 868 keluarga itu belum semua. Data kami ada 77.017 keluarga yang layak mendapatkan. Kami ajukan lagi ke Kementerian Sosial secara bertahap. Tahun depan mengajukan lagi. Tetapi belum tahu bisa dapat berapa karena kan terbatas kuota dan dana dari pusat,” ujar dia.

Sementara itu, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, optimistis penggunaan kartu ATM dapat menghindari kebocoran anggaran, jumlah, dan tepat waktu pencairan. Selain itu, KPM dapat memanfaatkan kartu untuk menabung.

“Penerima manfaat bisa menggunakan kartu itu untuk mendapatkan bantuan. Misalnya bantuan kesehatan, pendidikan, rastra, pupuk, gas, listrik,” tutur Yuli, sapaan akrab Juliyatmono.

lowongan pekerjaan
4 orang Penerjemah fasih berbahasa mandarin & 2 orang Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…