Pengguna jalan melihat papan proyek Jl. Gentanbanaran-Karang, Plupuh, Sragen, yang tak kunjung dikerjakan, Senin (12/6/2017) siang. (Kurniawan/JIBI/Solopos) Pengguna jalan melihat papan proyek Jl. Gentanbanaran-Karang, Plupuh, Sragen, yang tak kunjung dikerjakan, Senin (12/6/2017) siang. (Kurniawan/JIBI/Solopos)
Senin, 12 Juni 2017 21:35 WIB Kurniawan/JIBI/Solopos Sragen Share :

INFRASTRUKTUR SRAGEN
Sebulan Setelah Ground Breaking, Jalan di Plupuh Tak Kunjung Dikerjakan

Infrastruktur Sragen, perbaikan jalan di Plupuh ini tak kunjung dikerjakan meski sudah sebulan ground breaking.

Solopos.com, SRAGEN — Proyek peningkatan Jl. Gentanbanaran-Karang, Plupuh, Sragen, senilai Rp3,650 miliar tak kunjung dikerjakan. Padahal peletakan batu pertamanya sudah dilakukan sebulan lalu.

Pantauan Solopos.com, Senin (12/6/2017), belum ada pengerjaan proyek di jalan yang kondisinya rusak parah itu. Hanya cor-coran sisa seremonial peletakan batu pertama yang terlihat.

Sejumlah warga bertanya-tanya kapan proyek benar-benar akan dimulai. Mereka berharap pengerjaan proyek bisa rampung saat Lebaran tahun ini.

Seperti diungkapkan Sri Hartini, warga Gedangan, Gentanbanaran, Plupuh, saat diwawancara wartawan. Dia mengaku kecewa lantaran proyek tak kunjung dikerjakan.

Artinya tahun ini dia dan keluarganya masih harus berlebaran dalam kondisi jalan rusak. Saat ada kendaraan lewat debu jalan berterbangan hingga teras rumah.

“Peletakan batu pertama sudah lebih kurang sebulan lalu. Saat itu yang meletakkan batu pertama Bupati, dihadiri Pak Camat, dan pimpinan dinas lainnya,” ujar dia.

Sri mengakui setelah seremonial peletakan batu pertama tidak ada pengerjaan apa pun di lokasi proyek. Dia sendiri tidak tahu alasan kenapa belum ada pengerjaan.

Yang jelas warga sudah menunggu-nunggu penyelesaian proyek. “Bulan Lebaran kami berharap jalan sudah rampung. Tapi malah belum dikerjakan,” kata dia.

Sri menerangkan perbaikan Jl. Gentanbanaran-Karang sudah lama dinantikan warga. Selama bertahun-tahun kondisi jalan tersebut rusak parah.

“Rusaknya sudah lama. Maka saat dengar kabar akan diperbaiki kami senang banget. Apalagi Bu Bupati hadir langsung untuk meletakkan batu pertama,” imbuh dia.

Penuturan senada disampaikan warga Driyan, Gentanbanaran, yang enggan disebutkan namanya. Dia berharap agar jalan yang rusak segera diperbaiki Pemkab.

Apalagi bila anggaran sudah dialokasikan dan proses lelangnya sudah rampung. “Harapan kami sebagai warga ya agar segera dikerjakan, diperbaiki jalannya,” ujar dia.

Terpisah, Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, saat dimintai tanggapan via ponsel mengaku sangat kecewa dengan belum dikerjakannya proyek tersebut.

Dia berencana mengecek lokasi proyek seusai kegiatan Duhur Keliling dan Asar Keliling, Selasa (13/6/2017). “Terima kasih informasinya, segera saya cek,” kata dia menegaskan.

Yuni, panggilan akrabnya, menyatakan mestinya proyek langsung dikerjakan setelah ada peletakan batu pertama. “Pasti saya tindak lanjuti ini, pasti,” kata dia.

 

LOWONGAN KERJA
DR. NORMA AESTHETIC CLINIC, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Ramadan di Bumi Pancasila

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (7/6/2017). Esai ini karya M. Zainal Anwar, dosen di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah zainalanwar@gmail.com Solopos.com, SOLO–Di bawah ideologi Pancasila, menjalani puasa Ramadan di Indonesia menyajikan kemewahan luar…