Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Boyolali memeriksa PJU yang mati dan menemukan raibnya MCB di tiang PJU, Senin (12/6/2017). (Istimewa) Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Boyolali memeriksa PJU yang mati dan menemukan raibnya MCB di tiang PJU, Senin (12/6/2017). (Istimewa)
Senin, 12 Juni 2017 23:15 WIB Aries Susanto/JIBI/Solopos Boyolali Share :

INFRASTRUKTUR BOYOLALI
Komponen PJU di Sawit Banyak yang Raib, Dicuri?

Infrastruktur Boyolali, komponen lampu PJU di Sawit banyak yang hilang diduga karena dicuri.

Solopos.com, BOYOLALI — Sejumlah lampu penerangan jalan umum (PJU) di wilayah Kecamatan Sawit, Boyolali, banyak yang mati disebabkan hilangnya sejumlah komponen listrik. Petugas menduga ada oknum tak bertanggung jawab yang sengaja mencuri komponen PJU di tepi jalan raya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Boyolali, Untung Sutardjo, mengatakan salah satu komponen PJU yang hilang adalah MCB. Komponen ini diketahui banyak yang hilang di wilayah Sawit dan sebagian di wilayah Mojosongo.

“Di Kiyaran, Sawit, MCB-nya hilang. PJU di Mojosongo juga demikian. Kemungkinan ada oknum tak bertanggung jawab yang berbuat,” ujar Untung kepada Solopos.com saat meninjau PJU-PJU yang mati di wilayah Sawit, Senin (12/6/2017).

Untung masih mendata PJU-PJU yang tak menyala di sejumlah wilayah, antara lain Andong, Banyudono, Ngemplak, Karanggede, hingga Wonosegoro. Selain hilangnya MCB, sebagian kondisi PJU ada yang redup hingga mati total karena sambungan yang tak netral, tidak bagus, atau bohlamnya yang mati.

“Sebagian PJU sudah langsung diperbaiki dan menyala. Salah satunya PJU di wilayah Jenangan yang sebelumnya mati, kini sudah menyala,” ujarnya.

Terkait raibnya MCB di sejumlah PJU, Polsek Teras berhasil meringkus satu pelakunya akhir pekan lalu. Pelaku yang berasal dari Klaten itu kini sudah menjalani masa kurungan penjara 1,5 bulan.

“Pelaku mengaku sudah empat kali beraksi di sejumlah lokasi di Boyolali. Makanya, hakim menjatuhkan vonis 1,5 bulan penjara,” papar Kapolsek Teras, AKP Ahmad Nadiri.

Untuk menekan terjadinya aksi pencurian terulang, Untung meminta kepada warga di sekitar PJU agar ikut menjaga dan merawat PJU seperti milik mereka sendiri. Jika ada kerusakan, warga diminta tak sungkan untuk lekas melaporkan kepada Dishub.

Sejauh ini, sejumlah komponen untuk PJU bertenaga surya masih langka, antara lain aki dan panel surya yang harganya cukup mahal. “Kami minta warga terdekat PJU agar mau melaporkan bila terjadi kerusakan karena kami belum bisa mendeteksi dengan sistem aplikasi,” paparnya seraya menyebutkan harga aki untuk PJU tenaga surya satu unit mencapai Rp3,5 jutaan.

Tahun ini, Untung menjanjikan akan memasang PJU baru mencapai 300 unit. Pemasangan PJU sebanyak 300 titik ini untuk mewujudkan visi misi Bupati menuju Boyolali sebagai kota sejuta lampu.

 

lowongan pekerjaan
PT. JATIM BROMO STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Bersenang-Senang

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (13/11/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini terjadi perubahan secara radikal pada lanskap ekonomi dan bisnis di Indonesia. Sektor bisnis konvensional…