Pengunjung Objek Wisata Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri berada di jembatan dermaga perahu wisata, Jumat (5/2/2016). (Bayu Jatmiko Adi/JIBI/Solopos) Pengunjung Objek Wisata Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri berada di jembatan dermaga perahu wisata, Jumat (5/2/2016). (Bayu Jatmiko Adi/JIBI/Solopos)
Sabtu, 10 Juni 2017 15:30 WIB Rudi Hartono/JIBI/Solopos Wonogiri Share :

Terpeleset dari Perahu di Waduk Gajah Mungkur, Nenek 70 Tahun Meninggal

Seorang nenek berusia 70 tahun meninggal dunia setelah terpeleset dari perahu saat menyeberangi Waduk Gajah Mungkur.

Solopos.com, WONOGIRI — Seorang nenek asal Norogo RT 002/RW 007, Pokoh Kidul, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, meninggal dunia setelah kalap di Waduk Gajah Mungkur, Jumat (9/6) petang. Nenek bernama Warikem, 70, itu tercebur diduga karena terpeleset saat menumpangi perahu.

Kapolsek Kota Wonogiri, AKP Surono, kepada wartawan, Sabtu (10/6/2017), menceritakan kejadian bermula ketika Warikem mencari rumput di ladang seberang waduk bersama tetangganya, Tunem, 63, pukul 17.00 WIB. Beberapa lama kemudian mereka pulang.

Warikem pulang dengan menyeberang menggunakan perahu. Sedangkan Tunem memilih berjalan kaki mengitari daratan karena takut. Saat itu, Tunem mengajak Warikem pulang berjalan kaki tetapi Warikem tidak mau.

Satu jam berlalu Warikem tak kunjung sampai rumah, keluarga bersama warga berinisiatif mencarinya. Warga menemukan perahu mengambang di waduk yang terdapat rumput. Curiga Warikem tercebur, warga berenang mencarinya. Tak lama warga menemukan tubuh Warikem lalu dievakuasi.

Saat ditemukan, Warikem sudah meninggal dunia. “Keluarga menerima kematian korban. Setelah dievakuasi jenazah kami serahkan kepada keluarga,” kata Kapolsek mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Mohammad Tora.

Polisi menduga korban tercebur karena terpeleset. Warikem tidak dapat menyelamatkan diri karena tidak bisa berenang.

lowongan kerja
lowongan kerja GRAINS & DOUGH RESTAURANT, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

senin 5 juni

Kolom

GAGASAN
Etika dan Hukum di Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/6/2017), Agus Riewanto, pengajar Fakultas Hukum UNS Solopos.com, SOLO–Baru saja kita melihat fenomena tindakan persekusi, yakni tindakan pemburuan secara sewenang-wenang terhadap seseorang atau sejumlah warga kemudian disakiti atau diintimidasi dan dianiaya karena mengekspresikan…