Warga berusaha mencari korban tanah longsor di wilayah Rorojonggrang, Kecamatan Manyaran, Kota Semarang, Jateng, Kamis (8/6/2017) sore. (Facebook.com-Tri Sugiarto) Warga berusaha mencari korban tanah longsor di wilayah Rorojonggrang, Kecamatan Manyaran, Kota Semarang, Jateng, Kamis (8/6/2017) sore. (Facebook.com-Tri Sugiarto)
Jumat, 9 Juni 2017 02:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

LONGSOR SEMARANG
Basarnas Jateng Sebut Korban Tertimbun Hanya 2 Orang

Longsor di Manyaran, Kota Semarang dinyatakan Basarnas Jateng menimbun 2 orang.

Solopos.com, SEMARANG — Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) Jawa Tengah (Jateng) meluruskan jumlah korban tertimbun dalam musibah tanah longsor di perkampungan, Jl. Mendut Utara 2, Manyaran, Kota Semarang, Kamis (8/6/2017) sore, hanya dua orang.

Diberitakan sebelumnya, berdasarkan informasi yang terpantau dari status Facebook anggota Tenaga Sukarela Palang Merah Indonesia (TSR PMI) Kota Semarang, tiga orang tertimbun tanah longsor akibat ambrolnya talut setinggi 6 m di Manyaran, Kota Semarang. Nyatanya, juru bicara Basarnas Jateng, Zulhawary, dalam keterangan yang disebarluaskan oleh Kantor Berita Antara, menyatakan bahwa korban tertimbun tanah longsor dalam bencana itu dua orang.

Kedua korban bencana tanah longsor di Manyaran, Kota Semarang itu adalah tukang bangunan yang bekerja memperbaiki talut di rumah milik Rusmianto. Keduanya teridentifikasi sebagai Budi Purwanto warga Weleri, Kabupaten Kendal dan Nur warga Kaligarang, Kota Semarang.

Masih menurut Zulhawary dalam publikasi melalui Kantor Berita Antara, pencarian korban dilakukan oleh petugas gabungan bersama warga sekitar. “Korban ini pekerja yang sedang memperbaiki talut yang akhirnya longsor ini,” tegasnya.

Berdasarkan keterangan saksi, kutip dia, talut yang longsor tersebut sudah menunjukkan tanda-tanda retak sebelumnya. Para pekerja, lanjut dia, sudah sekitar sepekan bekerja untuk proyek perbaikan talut itu.

Dalam kronologi kejadian yang disebarluaskan Basarnas Jateng melalui Kantor Berita Antara terkait tertimbunnya dua korban talut ambrol di Manyaran itu disebutkan bahwa pekerjaan perbaikan talut itu dilakukan empat tukang bangunan. Seorang tukang, disebutkan berhasil menyelamatkan diri saat peristiwa nahas itu terjadi.

Satu lainnya, atas nama Supri, 40, warga Weleri, Kabupaten Kendal, disebutkan sempat terkena longsoran sebelum akhirnya diselamatkan. Supti segera dilarikan ke rumah sakit setelah diangkat dari timbunan tanah longsor.

Dengan demikian, karena berhasil diselamatkan dari longsoran tanah yang menutupi tubuhnya, Supri rupanya tak digolongan sebagai korban tertimbun tanah longsor oleh Basarnas Jateng. Hanya dua pekerja bangunan sisanya yang oleh Basarnas Jateng diklasifikasikan sebagai korban tanah longsor akibat ambrolnya talut di Manyaran, Kota Semarang itu, yakni Budi Purwanto dan Nur.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…