Mobil melintasi jalan tol Solo-Sragen dari arah timur di kawasan Gondangrejo, Karanganyar, Jumat (8/7/2016). Jalan tol mulai dibuka satu jalur dari arah Sragen menuju Solo pada H+2 untuk menunjang kelancaran arus balik Lebaran 2016. (Ivanovich Aldino/JIBI/Solopos)
Jumat, 9 Juni 2017 23:35 WIB Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos Solo Share :

JALUR MUDIK LEBARAN 2017
Pemudik dari Jogja Diusulkan Masuk Tol Soker lewat Danliris

Jalur mudik Lebaran 2017, kendaraan pemudik dari Jogja diarahkan masuk tol lewat Danliris.

Solopos.com, SOLO — Dinas Perhubungan (Dishub) Solo bakal berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar terkait usulan pemanfaatan Jl. Danliris, Blulukan, Colomadu, Karanganyar, sebagai jalur pemudik dari arah Jogja menuju pintu tol Solo-Kertosono (Soker) di Klodran.

Koordinator Masa Angkutan Lebaran 2017 Kota Solo, Moch. Usman, mengatakan Dishub Solo menginginkan kendaraan pemudik dari arah Jogja atau Soloraya yang akan menuju Jawa Timur (Jatim) tidak sampai masuk jalanan Kota Solo karena berpotensi menimbulkan kemacetan lalu lintas di tengah kota.

Dishub Solo berharap pemudik di Jl. Adisucipto yang akan memanfaatkan tol Soker bisa diarahkan berbelok di simpang tiga The Alana Hotel. Pemudik diharapkan tidak lewat Jl. Pakel, Banjarsari, Solo, untuk menuju pintu tol Klodran.

“Nanti akan ada koordinasi Dishub se-Soloraya. Kami akan sampaikan ke Dishub Karanganyar. Kami mengusulkan agar kendaraan dari arah Jogja atau Soloraya yang mau ke pintu tol Klodran, bisa belok di simpang tiga The Alana hotel. Kendaraan tinggal lurus ke utara. Sesampainya di Jl. Adi Sumarmo, pemudik tinggal belok ke timur menuju pintu masuk tol Klodran,” kata Usman saat ditemui Solopos.com di sela-sela meninjau Jl. Pakel, Jumat (9/6/2017).

Usman menyatakan Dishub Solo bersedia memasang rambu pendahulu petunjuk jurusan (RPPJ) portabel di sejumlah lokasi di luar Solo untuk bisa mengarahkan kendaraan pemudik lewat Jl. Danliris ketika ingin menuju pintu tol Klodran.

Dia menuturkan Dishub Solo pada masa angkutan Lebaran 2017 menyiapkan sedikitnya 120 RPPJ portabel untuk dipasang di berbagai persimpangan jalan agar pemudik tidak terjebak di kota. Dishub memasang RPPJ portabel secara bertahap dimulai pada Jumat atau H-15 Lebaran.

“Kendaraan dari arah Semarang yang akan menuju ke arah Jatim bisa memanfaatkan tol Soker. Pemudik bisa langsung masuk tol Soker lewat pintu tol Ngasem. Sedangkan kendaraan dari arah barat yang akan ke arah Wonogiri bisa melalui jalur biasa, yakni melalui Kartasura kemudian masuk Jl. Slamet Riyadi, Solo. Sementara Jl. Prof. Soeharso yang kini tengah dalam proses perbaikan, pada H-10 ditarget bisa dibuka normal,” jelas Usman.

Kepala Dishub Solo, Hari Prihatno, meyakini pemasangan RPPJ portabel mampu mengurangi potensi kemacetan lalu lintas di jalanan Kota Solo saat arus mudik dan balik Lebaran 2017. Keberadaan RPPJ portabel diharapkan bisa memandu para pemudik menuju tempat tujuan dengan lancar tanpa harus bingung atau berputar-putar di jalanan Kota Bengawan.

Dia meminta para pemudik mematuhi arahan RPPJ supaya tidak tersesat hingga menimbulkan kemacetan lalu lintas di tengah kota. Selain RPPJ portabel, Dishub juga akan memasang traffic light portabel guna mencegah terjadinya kemacetan.

“Pemasangan RPPJ portabel merupakan inisiatif kami untuk membantu para pemudik hingga H+7 Lebaran. Saya melihat kota lain jarang yang memasang RPPJ portabel untuk membantu para pemudik saat arus mudik dan balik Lebaran. Selain RPPJ portabel, kami juga berencana memasang dua traffic light portabel untuk mengatur arus lalulintas. Traffic light pertama kami pasang di depan SMA Regina Pacis untuk mengatur lalu lintas di simpang tiga Jl. Pakel dan di Jl. Kapten Mulyadi,” jelas Hari.

Sementara itu, Hari memprediksi jumlah kendaraan angkutan penumpang arus mudik dan balik Lebaran 2017 yang melewati jalanan Kota Solo akan lebih banyak ketimbang tahun lalu, meski pintu tol Ngasem telah dibuka. Dia memprediksi jumlah kendaraan yang masuk dan keluar Solo pada arus Lebaran 2017 naik 5% ketimbang Lebaran tahun lalu.

Dishub mencatat jumlah kendaraan yang melintasi jalanan Kota Solo saat arus Lebaran 2016 mencapai 7.860.969 unit. Artinya, Dishub memprediksi jumlah kendaraan yang melintasi jalanan Solo pada H-7 sampai H+7 Lebaran 2017 lebih banyak 393.034 unit dibanding Lebaran 2016.

“Kami memprediksi jumlah kendaraan yang masuk dan keluar Solo saat masa angkutan Lebaran 2017 naik 5% dibanding tahun lalu. Kenaikan jumlah kendaraan bisa terjadi karena berbagai faktor. Salah satunya kepemilikan atau penggunaan kendaraan pribadi yang kian banyak,” kata Hari saat ditemui Solopos.com di sela-sela meninjau pemasangan rambu pendahulu petunjuk jurusan (RPPJ) portabel di simpang tiga Faroka, Jumat.

 

lowongan pekerjaan
GURU MADRASAH, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Menduniakan Bahasa Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (28/10). Esai ini karya Vilya Lakstian Catra Mulia, dosen Linguistik di Jurusan Sastra Inggris dan Pendidikan Bahasa Inggris Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah vilyalakstian@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Perkembangan dunia saat…