Pengendara melintas di titik akhir jalur lingkar kota (JLK) di Pokoh Kidul, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, Jumat (9/6/2017). (Rudi Hartono/JIBI/Solopos) Pengendara melintas di titik akhir jalur lingkar kota (JLK) di Pokoh Kidul, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, Jumat (9/6/2017). (Rudi Hartono/JIBI/Solopos)
Jumat, 9 Juni 2017 19:35 WIB Rudi Hartono/JIBI/Solopos Wonogiri Share :

INFRASTRUKTUR WONOGIRI
Pemkab Siapkan Rp18,6 Miliar untuk Lanjutkan Proyek JLK

Infrastruktur Wonogiri, proyek pembangunan jalur lingkar kota akan dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp18,6 miliar.

Solopos.com, WONOGIRI — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri menyiapkan anggaran Rp18,6 miliar pada tahun ini untuk melanjutkan proyek jalur lingkar kota (JLK). Pekerjaan akan dilakukan di dua lokasi dengan waktu tak terpaut jauh.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Prihadi Ariyanto, saat dihubungi Solopos.com, Jumat (9/6/2017), menyampaikan anggaran itu berasal dari dua sumber, yakni Bantun Keuangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Bankeu Pemprov Jateng) senilai Rp11 miliar dan Dana Alokasi Umum (DAU) senilai Rp7,6 miliar.

Rencana semula seluruh bankeu digunakan untuk melanjutkan JLK di wilayah Desa Singodutan, Selogiri. Sedangkan DAU dialokasikan untuk melanjutkan JLK di wilayah Desa Pokoh Kidul, Kecamatan Wonogiri. Namun, atas pertimbangan tertentu akhirnya sebagian bankeu dialihkan untuk proyek di wilayah Pokoh Kidul.

“Paket proyek keduanya sebenarnya sudah sempat kami serahkan ke Bagian Pengadaan Barang dan Jasa untuk dilelang. Tapi karena ada perubahan kami tarik lagi untuk di-redesign. Paling sepekan selesai, setelah itu bisa dilelang,” kata Prihadi.

Proyek lanjutan di wilayah Pokoh Kidul dimulai di titik akhir proyek JLK 2016 di depan Perumahan Pokoh Kidul Permai hingga jalan raya di Pencil sepanjang kurang lebih 3 km. Lebar jalan mencapai 7 meter.

Sedangkan proyek lanjutan di wilayah Singodutan akan dilasanakan di dekat Terminal Giri Adipura, Krisak, hingga dekat Kantor Desa Singodutan. JLK di wilayah tersebut sudah dikerjakan separuh. Pekerjaan tahun ini menyelesaikan kekurangannya.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, JLK dibangun sepanjang 15,3 km yang melintasi dua kecamatan, Wonogiri dan Selogiri. Pembangunan dikerjakan dengan betonisasi. Lebar jalan 15 meter dengan area perkerasan 7 meter.

JLK dimulai dari persimpangan dekat Rumah Makan Pak Eko di Bulusulur, Kecamatan Wonogiri, ke selatan hingga Desa Pokoh Kidul, Kecamatan Wonogiri, melalui kawasan Waduk Gajah Mungkur (WGM).

Selanjutnya ke arah Markas Polres Wonogiri lalu melalui Desa Pare hingga Desa Singodutan, Kecamatan Selogiri, dan berakhir di dekat Terminal Giri Adipura, Krisak, Selogiri. Hingga 2016 dari perencanaan 15,3 km tersebut JLK sudah terbangun sepanjang kurang lebih 6,8 km.

JLK di Kecamatan Wonogiri terbangun 4,8 km. Sedangkan di Kecamatan Selogiri 2 km. Warga Sanggrahan, Singodutan, Marni, berharap JLK bisa segera selesai. Warga sudah lama menantikannya karena mereka ingin membuka usaha di tepi jalan. Warga meyakini jika JLK difungsikan bakal meningkatkan ekonomi warga.

“Sekarang harga tanah di sekitar JLK naik berkali-kali lipat. Kalau tanah saya enggak akan saya jual. Rencana mau saya wariskan ke anak,” kata perempuan paruh baya itu.

 

Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Menjaga Etika, Menjaga Eksistensi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (14/8/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO — Pada Sabtu-Senin (5-7/8/2017) lalu saya menghadiri pertemuan majelis etik Aliansi Jurnalis Independen (AJI) se-Indonesia di Jakarta. Sejak organisasi…