Anggota SAR Sukoharjo mengevakuasi Bgr, 4, warga Dukuh Muningan, Kelurahan Combongan, Sukoharjo, Kamis (8/6/2017). (Istimewa/SAR Sukoharjo) Anggota SAR Sukoharjo mengevakuasi Bgr, 4, warga Dukuh Muningan, Kelurahan Combongan, Sukoharjo, Kamis (8/6/2017). (Istimewa/SAR Sukoharjo)
Kamis, 8 Juni 2017 21:35 WIB Trianto Hery Suryono/JIBI/Solopos Sukoharjo Share :

KECELAKAAN AIR SUKOHARJO
Aksi Heroik Sang Ayah Tak Mampu Selamatkan Anaknya yang Tercebur Sumur

Kecelakaan air Sukoharjo, seorang anak balita tewas tercebur sumur seusai mandi.

Solopos.com, SUKOHARJO — Seorang anak usia di bawah lima tahun (balita), Bgr, 4, meninggal dunia akibat tercebur sumur di lingkungan rumahnya, Kamis (8/6/2017).

Aksi heroik ayahnya yang langsung menceburkan diri ke sumur demi menyelamatkan anaknya tak membuahkan hasil. Nyawa anak balita asal Dukuh Muningan, Kelurahan Combongan, Kecamatan Sukoharjo, Sukoharjo, itu tidak tertolong.

Kepala Bidang Operasional Lapangan SAR Sukoharjo, Muchlis, saat dihubungi Solopos.com, Kamis, bercerita ia bersama anggota SAR Sukoharjo menerima laporan kejadian itu menjelang waktu berbuka puasa atau sekitar pukul 17.00 WIB.

“Anggota SAR turun dan menyelam ke sumur sekitar pukul 18.15 WIB dan selang 12 menit kemudian korban bisa dievakuasi dari dalam sumur,” katanya.

Muchlis bercerita Bgr sebelumnya dimandikan ayahnya, Suparmin. “Ayah korban tidak tahu kejadiannya. Seusai mandi korban bersama kakaknya, Sin, 5, bermain di belakang rumah. Diduga korban memanjat bibir sumur dan tercebur,” ujarnya.

Lebih lanjut, Muchlis menjelaskan bibir sumur sudah ditutup plastik MMT namun tak mampu menahan tubuh Bgr sehingga tercebur. “Ayah korban sudah berusaha menolong dengan terjun ke sumur tetapi tak mampu menyelamatkan anaknya. Korban tenggelam ke air dengan kedalaman sekitar lima meter.”

Menurutnya, Suparmin terjun ke sumur setelah diberi tahu anaknya. Akibat peristiwa itu warga sekitar dibuat geger. Tetangga korban bergegas menolong ayah korban, Suparmin dengan menariknya ke atas.

“Kedalaman sumur sekitar 13 meter dan ketinggian air lima meter dengan diameter 90 sentimeter. Kejadian serupa ini sudah kali kedua setelah sebelumnya juga terjadi di Polokarto,” katanya.

Dia meminta masyarakat berhati-hati dan membuat pengaman sumur kuat agar anak kecil tak bisa menembusnya. “Dua kejadian tercebur sumur akibat penutupnya tidak kuat. Di Polokarto akibat kayu rapuh sehingga anak kecil tercebur saat mengejar kucing. Di Combongan anak balita diduga memanjat bibir sumur tetapi bibir sumur ditutup MMT,” jelas dia.

 

lowongan pekerjaan
PERUSAHAAN TEKSTIL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pembuang Makanan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (30/11/2017). Esai ini karya Setyaningsih, esais dan penghayat pustaka anak. Alamat e-mail penulis adalah langit_abjad@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Tahun lalu ternyata Indonesia memiliki prestasi yang wah cenderung angkuh. Prestasi itu bukan kemenangan di bidang olahraga,…