Ilustrasi penipuan (JIBI/Solopos/Dok.) Ilustrasi penipuan (JIBI/Solopos/Dok)
Rabu, 7 Juni 2017 17:35 WIB Bony Eko Wicaksono/JIBI/Solopos Sukoharjo Share :

PENIPUAN SUKOHARJO
Awas, Ada Orang Catut Nama Kapolsek Grogol untuk Tipu Pedagang Makanan

Penipuan Sukoharjo, nama Kapolsek Grogol dicatut orang untuk menipu pedagang.

Solopos.com, SUKOHARJO — Aksi penipuan dengan modus mencatut nama polisi di wilayah Grogol marak selama Ramadan. Masyarakat diimbau lebih waspada dan berhati-hati atas aksi penipuan itu.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Rabu (7/6/2017), aksi penipuan bermodus mencatut nama Kapolsek Grogol, AKP Sarwoko, terjadi sejak beberapa hari lalu. Para pelaku menyasar pedagang makanan dan minuman di Desa Madegondo dan Gedangan.

Mereka mengaku sebagai Kapolsek Grogol dan menelepon sejumlah pedagang. “Pelaku memesan puluhan hingga ratusan nasi kotak untuk kegiatan kepolisian. Padahal, saya tak pernah menelepon pedagang apalagi memesan nasi kotak dalam jumlah besar,” kata Kapolsek Grogol, AKP Sarwoko, saat ditemui Solopos.com di kantornya, Rabu.

Pedagang makanan dan minuman itu lantas menyiapkan ratusan nasi kotak yang dipesan pelaku. Kala itu, mereka tak menaruh curiga lantaran mengira pemesan nasi kotak memang Kapolsek. Belum rampung menyiapkan ratusan nasi kotak, pelaku kembali menghubungi pedagang.

Kali ini, pelaku meminta korban segera menstransfer pulsa. “Ada enam pedagang yang telah dihubungi pelaku. Namun, hanya empat pedagang yang telah mentransfer pulsa kepada pelaku antara Rp400.000 hingga Rp600.000. Para korban berjualan di wilayah Desa Madegondo dan Gedangan,” papar dia.

Polisi lantas melacak nomor telepon pelaku yang kerap menelepon para pedagang makanan dan minuman di wilayah Grogol. Hasilnya, pelaku diketahui berada di luar Jawa.

Polisi akhirnya membuat selebaran yang dibagikan di setiap warung makan. Selebaran itu berisi imbauan agar mereka tak mudah percaya saat menerima telepon dari orang tak dikenal.

Selain itu, Kapolsek juga berkoordinasi dengan para perangkat desa di Grogol agar kasus penipuan itu tak terulang lagi. “Sebenarnya kasus itu [penipuan] dilakukan orang iseng. Namun sudah ada pedagang yang menjadi korban penipuan,” papar Kapolsek.

Polisi bakal melakukan patroli keliling ke jalan perkampungan saat malam hari menjelang Lebaran. Biasanya, kasus kriminalitas meningkat tajam menjelang Lebaran seperti pencurian dengan modus rumah kosong dan peredaran uang palsu.

Kasus serupa sebelumnya juga terjadi di Sragen. Modusnya sama, yakni penelepon mengaku dari kepolisian dan memesan makanan dalam jumlah besar ke sejumlah rumah makan. Tak hanya itu, mereka juga meminta dikirimi pulsa.

Kolom

GAGASAN
Tanggung Jawab Kesehatan Masyarakat

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (29/11/2017). Esai ini karya Muhammad Sholahuddin, dosen di Universitas Muhammadiyah Surakarta dan kandidat doktor bidang ekonomi di International Islamic University Malaysia. Alamat e-mail penulis adalah muhammad.sholahuddin@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu terakhir ini beredar…