Soloraya
Rabu, 7 Juni 2017 - 18:35 WIB

Antisipasi Teror Selama Lebaran, Polresta Solo Bentuk Satgas Mobile

Redaksi Solopos.com  /  Suharsih  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi pengamanan oleh polisi bersenjata api. (JIBI/Solopos/Dok.)

Polresta Solo membentuk Satgas Mobile untuk mengantisipasi serangan teroris selama Lebaran.

Solopos.com, SOLO — Polresta Solo membentuk Satgas Mobile untuk mengantisipasi ancaman terorisme selama Lebaran. Personel Satgas Mobile berasal dari anggota Brimob Polresta Solo dan Kodim 0735/Surakarta.

Advertisement

Kabag Ops Polresta Solo Kompol Arif Joko mewakili Kapolresta Solo AKBP Ribut Hari Wibowo mengatakan dari hasil evaluasi pengamanan Lebaran tahun lalu, Kota Solo masih rawan terjadinya kasus terorisme. Atas dasar pertimbangan tersebut pada Lebaran tahun ini Polresta Solo membentuk Satgas Mobile.

“Kami menerjunkan 60 personel untuk Satgas Mobile dengan dilengkapi senjata api,” ujar Arif saat ditemui wartawan sesuai rapat koordinasi (rakor) pengamanan Lebaran di Aula Mapolresta Solo, Rabu (7/6/2017).

Advertisement

“Kami menerjunkan 60 personel untuk Satgas Mobile dengan dilengkapi senjata api,” ujar Arif saat ditemui wartawan sesuai rapat koordinasi (rakor) pengamanan Lebaran di Aula Mapolresta Solo, Rabu (7/6/2017).

Rakor tersebut dihadiri Ketua DPRD Solo, Dandim 0735/Surakarta, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), Kapolresta Solo, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Solo, dan lainnya. Menurut Arif, tugas utama Satgas Mobile adalah menjaga kawasan rawan terorisme sesuai hasil analisis intelijen.

Ada dua unit mobil yang disiagakan selama 24 jam dengan cara terbuka dan tertutup. Setiap mobil terdapat 18 personel yang dibagi tiga sif setiap hari untuk patroli dan sisanya menjaga lokasi tertentu.

Advertisement

Ia mengatakan petugas Satgas Mobile selain menindak ancaman terorisme juga ikut membantu Satlantas mengatur lalu lintas jika terjadi kemacetan parah di dalam Kota Solo. “Kami akan menerjunkan petugas Satgas Mobile di lapangan pada 19 Juni sampai 4 Juli,” kata dia.

Kepala Dishub Solo, Hari Prihatno, mengatakan hasil pengamatan petugas Dishub di Solo di jalur mudik masih menemukan infrastruktur jalan yang belum layak digunakan di antaranya jalan rusak yang belum selesai diperbaiki. Selain itu, juga menemukan kerusakan jalan baru yang belum tersentuh perbaikan.

“Kami sudah selesai mendata semua jalan rusak di Solo. Perbaikan ditargetkan selesai pada H-10 Lebaran,” kata dia.

Advertisement

Ia menjelaskan jalan yang rusak di antaranya Jl. Prof. Soeharso, overpass Jl. Monginsidi, Jl. Letjen S. Parman, dan Viaduk Gilingan Jl. A. Yani. Semua kerusakan jalan tersebut berada di jalur utama mudik Kota Solo.

“Kami sudah berkoordinasi dengan DPU dan PR [Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang] Solo dan Bina Marga Jateng untuk perbaikan jalan rusak,” kata dia.

 

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif