Sapi dengan wajah tak biasa dianggap titisan dewa. (Istimewa/Cover Asia Press) Sapi dengan wajah tak biasa dianggap titisan dewa. (Istimewa/Cover Asia Press)
Selasa, 6 Juni 2017 12:45 WIB Muhammad Rizal Fikri/JIBI/Solopos.com Peristiwa Share :

Sapi Berwajah Manusia Ini Diyakini Titisan Dewa Wisnu

Kisah unik terjadi di Uttar Pradesh, India Utara, bayi sapi disebut memiliki wajah mirip manusia.

Solopos.com, MUZAFFARNAGAR – Anak sapi dengan wajah tak normal menyebabkan kehebohan di India. Anak sapi tersebut diklaim memiliki wajah mirip manusia, sehingga dianggap warga sebagai titisan Dewa Wisnu, dewa agama Hindu.

Dilansir Mirror, Jumat (2/6/2017), anak sapi itu lahir di rumah penampungan hewan di Desa Muzaffarnagar, Uttar Pradesh, India Utara. Sapi itu lahir dengan wajah tak seperti sapi normal. Bentuk kepala yang mirip kepala manusia, membuat orang-orang sekitar percaya sapi tersebut titisan dewa. Sapi tersebut mati beberapa jam setelah dilahirkan.

Karena dianggap sebagai titisan Dewa Wisnu, sapi tersebut disimpan di sebuah kotak kaca. Ribuan orang sudah melihat sapi unik tersebut untuk meminta berkah. Warga yang percaya sapi tersebut titisan dewa menyebut sapi itu adalah Gokaran, perwujudan ke-24 dari Dewa Wisnu.

“Kami datang ke sini untuk mencari berkah. Secara agama, itu adalah perwujudan Dewa Wisnu. Kami percaya sapi tersebut mirip dengan tokoh yang disebut dalam teks agama Hindu, Bhagavata Puran,” ungkap pengusaha lokal, Mahesh Kathuria, seperti dikutip Mirror.

Manajer tempat penampungan hewan di mana sapi itu lahir, Raja Bhaiya Mishra, menganggap kelahiran sapi tersebut adalah keajaiban. Dia merasa sangat beruntung proses kelahirannya di tempat penampungan yang ia pimpin. Induk dari sapi unik tersebut baru masuk ke penampungan selama enam bulan, setelah diselamatkan dari rumah jagal.

“Ribuan orang telah mengunjungi sapi tersebut. Proses kremasi akan dilakukan tiga hari lagi. Kemudian akan dibangun sebuah kuil untuk sapi tersebut,” jelas Raja.

Meski ribuan warga percaya sapi tersebut jelmaan dewa, seorang dokter hewan dari Wildlife SOS, India, Dr Ajay Deshmukh, memiliki pendapat lain. Dr Aja menyebutnya anomali anatomi hewan. Secara umum Ajay menegaskan gen anak sapi itu tidak berkembang secara maksimal, sehingga pertumbuhannya berhenti di tahap tertentu.

“Jika gen tidak berkembang secara sempurna, maka akan ada bentuk yang tak sempurna dari tubuh hewan. Anomali itu biasa terjadi,” tegas Dr Ajay.

lowongan pekerjaan
CV MUTIARA BERLIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…