Warga muslim menjalankan ibadah Salat Tarawih saat Tarawih Keliling dan Pengajian Ramadan 1438 H, di halaman Griya Solopos, Solo, Selasa (6/6/2017) malam. (M. Ferri Setiawan/JIBI/Solopos) Warga muslim menjalankan ibadah Salat Tarawih saat Tarawih Keliling dan Pengajian Ramadan 1438 H, di halaman Griya Solopos, Solo, Selasa (6/6/2017) malam. (M. Ferri Setiawan/JIBI/Solopos)
Selasa, 6 Juni 2017 22:15 WIB Ivan Andimuhtarom/JIBI/Solopos Solo Share :

RAMADAN 2017
Ratusan Orang Ikuti Tarling di Griya Solopos

Ramadan 2017, ratusan warga muslim Solo mengikuti Salat Tarawih di halaman Griya Solopos.

Solopos.com, SOLO — Ratusan warga muslim Kota Solo mengikuti Salat Tarawih dalam rangkaian Tarawih Keliling (Tarlih) di halaman Griya Solopos, Selasa (6/6/2017) malam.

Acara yang digelar Kementerian Agama (Kemenag) dan Pemkot Solo itu juga dihadiri Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo Bandoe Widiarto, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Solo Agus Sulistyo, dan beberapa pejabat Pemkot Solo.

Salat Isa dan Tarawih dipimpin Ustaz Ustaz A.M. Husni Thamrin, imam Masjid Raya Fatimah Solo. Sementara pembicara dalam pengajian adalah Pengasuh Ponpes Kholifatullah Singo Ludiro, Mojolaban, Sukoharjo, K.H. Agung Syuhada.

K.H. Agung Syuhada dalam ceramahnya mengatakan ingin mengingatkan kembali tentang perintah puasa yang hanya ditujukan kepada orang beriman. Target puasa itu berat dan mahal, yaitu agar bertakwa kepada Allah.

Kiai yang hobi olahraga trail tersebut mengajak para hadirin serius melaksanakan ibadah selama Ramadan. Menurutnya, jamaah harus menjalankan Solopos, yaitu solat (salat), poso (puasa) dan sodakoh (sedekah).

“Menurut Rasulullah, puasa itu efeknya adalah dosa-dosa yang lalu akan terampuni,” kata kiai berambut gondrong itu.

Lebih lanjut, Agung menjelaskan dalam Kitab Ihya Ulumuddin, Imam Al Ghazali mengatakan puasa ada tiga macam yaitu puasa orang umum, puasa orang khusus, dan puasa orang lebih khusus dari khusus.

“Puasa orang umum hanya tidak makan dan tidak minum. Tapi mulut, telinga, mata, tangan, dan hati rusak. Puasa awam insya Allah banyak yang kuat. Puasa orang khusus, saat puasa tidak pernah berpikir kapan akan berbuka. Selain mencegah tak makan, tak minum juga mencegah pancaindra agar tidak berbuat jahat,” papar dia.

Sedekah juga harus diperbanyak saat puasa karena pahalanya berlipat. Itulah mengapa zakat maal (harta)biasanya dilakukan pada Ramadan karena muzaki (orang yang berzakat) berharap pahalanya berlipat.

“Puasa ini mohon digalakkan membaca Alquran. Setelah Ramadan, membaca Alquran harus terus dilanjutkan,” tuturnya.

Tak lupa, Agung mengingatkan pernyataan almarhum K.H. Zainuddin M.Z. agar manusia sibuk mencari kekurangan diri sendiri. Jika manusia melakukannya, manusia tidak akan sempat mencari kekurangan orang lain.

Pemimpin Redaksi Harian Solopos, Suwarmin, dalam sambutannya menyatakan permohonan maaf apabila penyelenggaraan tarling kurang berkenan. Ia berharap tarling malam hari itu bisa menyatukan elemen umat Islam di Solo sehingga menumbuhkan ukhuwah islamiyah untuk mewujudkan masyarakat baldatun thayibatun wa rabbun ghafur menuju masyarakat sejahtera.

“Kami juga berharap kegiatan itu bisa mendekatkan semua pihak kepada kami keluarga besar Solopos, baik radio, percetakan, koran Solopos, Koran Solo, Solopos.com, dan Solopostv,” kata dia.

Selain itu, Suwarmin berpesan agar umat Islam bijaksana memanfaatkan gadget. Sesuai Surat Al Hujurat ayat 13, dari segala pergaulan, yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. “Semoga kita bisa menghidupkan ayat ini dalam kehidupan sehari-hari,” tutur dia.

Salah seorang peserta tarling, Muhammad Nasir, 29, mengaku baru kali pertama datang ke acara tersebut. Lelaki yang datang bersama istri dan anaknya itu menilai acara tersebut bagus dan menarik.

“Saya kemari karena penasaran, ingin tahu. Sayangnya, ini agak gerah. Sebaiknya ada kipas angin untuk acara selanjutnya,” ujar warga Pasar Kliwon Solo tersebut saat berbincang dengan Solopos.com.

Sore sebelumnya, anggota Komunitas Mercedez Benz Owners Corp (MOC) Indonesia membagikan 600 paket makanan untuk berbuka puasa. Sebanyak 300 paket dibagikan di depan Griya Solopos. Sementara 300 paket takjil sejenis diberikan kepada para santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfiz Alquran Daarul Fath, Pengging, Boyolali.

Sekjen MOC, Bambang S. Mengkunegoro, 55, mengatakan rombongan yang berjumlah sekitar 20 orang berangkat ke Ponpes Daarul Fath sekitar pukul 14.00 WIB. Selain membagikan paket makanan, MOC juga memberikan sejumlah uang santunan bagi ponpes untuk anak yatim tersebut.

“Kegiatan ini kami laksakanan pada Bulan Ramadan dengan tujuan sedapat mungkin meningkatkan iman dan takwa para anggota. Kami menyampaikan rasa kepedulian dan semangat berbagi kepada sesama. Kegiatan itu terlaksana atas hasil penggalangan dana dari anggota,” terangnya saat ditemui Solopos.com di sela-sela acara pembagian takjil, Selasa.

lowongan pekerjaan
SPG COUNTER BATIK & SALES COUNTER CAR RENTAL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL TERIOS TS’2008,Mulus/Gagah R18,Comp AC Baru,Silver,125JtNego, Hub=085640166830 (A001…
  • LOWONGAN CR SALES Konveksi,Wanita,Usia 24-38Th,Gaji Pokok+Uang Makan+Bensin+Bonus.Hub:DHM 082134235…
  • RUMAH DIJUAL DIJUAL RUMAH Sederhana,Jl,Perintis Kemerdekann No.50(Utara Ps.Kabangan)L:12×7 Hub:081…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Rabun...

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (11/9/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO¬†— Judul esai saya ini saya adopsi dari terminologi Profesor Theodore Levitt tentang marketing myopia atau…