Ilustrasi jasa pengiriman paket barang. (JIBI/Harian Jogja/Antara) Ilustrasi jasa pengiriman paket barang. (JIBI/Harian Jogja/Antara)
Selasa, 6 Juni 2017 22:35 WIB Asiska Riviyastuti/JIBI/Solopos Ekonomi Share :

RAMADAN 2017
Didominasi Produk Fashion, Pengiriman Paket Naik 40%

Ramadan 2017, pemanfaat jasa ekspedisi atau pengiriman paket naik 40 persen.

Solopos.com, SOLO — Pengiriman barang menggunakan jasa ekspedisi mengalami kenaikan hingga 40% selama Ramadan dan diprediksi akan terus bertambah hingga menjelang Lebaran. Pengiriman paket didominasi produk tekstil dan fashion dari online shop.

Wakil Kepala Kantor Pos Solo, Adi Widjayanto, menyampaikan sejak awal Ramadan pengiriman paket mulai naik. Dia mengatakan rata-rata pengiriman paket yang dilayani mencapai 700 kantong tapi saat ini sudah naik hingga 1.000 kantong per hari.

Menurut dia, ada pergeseran tren dari pelaku bisnis online dari yang tahun lalu lebih banyak mengirim barang mendekati Lebaran tapi saat ini jauh hari sebelum Lebaran sudah banyak pengiriman. Hal ini karena ada beberapa barang yang baru sampai setelah Idul Fitri.

Dia mengatakan untuk memudahkan pelanggan, disediakan juga packaging corner yang dilengkapi lakban, gunting, lem, dan spidol untuk memudahkan pelanggan mengemas paket. Hal ini karena banyak pedagang online yang setelah mengambil barang kemudian langsung dikirim ke kantor pos.

“Kondisi ramai seperti ini kemungkinan hingga pekan kedua menjelang Lebaran karena kalau mendekati Lebaran biasanya sudah mulai sedikit. Hingga saat ini pengiriman masih didominasi produk tekstil dan fashion, kalau makanan belum banyak padahal kami ada layanan sehari sampai, bahkan hingga ke luar Jawa,” ungkap Adi saat ditemui wartawan, Selasa (6/6/2017).

Kantor Pos Solo pun terus menambah kapasitas muatan dengan menambah armada supaya tidak terjadi penumpukan. Menurut dia, untuk masing-masing hub ditambah satu kendaraan sehingga ada dua kendaraan untuk pergi-pulang. Hal tersebut juga sebagai salah satu antisipasi adanya kenaikan jumlah pengiriman paket di masing-masing hub.

Selain itu, jam operasional Kantor Pos Solo juga diperpanjang dari biasanya tutup pukul 19.00 WIB menjadi pukul 22.00 WIB. Mulai pekan depan, setiap Minggu dan libur nasional juga tetap buka dari pukul 08.00 WIB-17.00 WIB.

“Kami juga menyediakan pick up service untuk mengambil paket langsung ke rumah pelanggan yang diluncurkan awal bulan ini. Layanan ini gratis dan tidak ada minimal berat paket. Ada 43 petugas yang siap mengambil paket ke rumah pelanggan yang telah dibagi zonanya,” ujarnya.

Nama dan kontak petugas telah dicantumkan di brosur yang sudah dibagikan ke masyarakat. Namun pelanggan juga bisa memanfaatkan call center Kantor Pos Solo.

Adi mengatakan pengiriman surat hingga saat ini masih sepi. Dia mengatakan penambahan pengiriman surat tidak akan signifikan karena mengirim kartu ucapan Lebaran sudah lama ditinggalkan.

Lebih lanjut, dia mengatakan terkait pengiriman uang melalui wesel, saat ini mulai ada kenaikan sekitar 14%-20%. Namun, biasanya Solo merupakan penerima kiriman sehingga Kantor Pos Solo lebih banyak mencairkan wesel daripada mengirim.

“Tidak hanya pengiriman uang dalam negeri yang naik tapi dari luar negeri juga naik 7%-10%,” imbuhnya.

Sementara itu, Presiden Direktur JNE, M. Feriadi, mengatakan peningkatan jumlah kiriman menjelang Lebaran telah bergeser menjadi lebih awal karena biasanya lonjakan terjadi sebelum Lebaran tapi saat ini kenaikan terjadi dua pekan Ramadan. Oleh karena itu, berbagai persiapan dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, di antaranya menambah personel dari 44.000 orang menjadi 55.000 orang di seluruh Indonesia.

Armada juga ditambah dari 7.000 kendaraan menjadi 8.500 kendaraan pengantar paket, seperti mobil, truk berukuran kecil hingga besar, dan lainnya. Selain itu, disiapkan juga pesawat kargo khusus untuk mendukung peningkatan penjualan UKM atau penjualan online.

lowongan pekerjaan
CV MUTIARA BERLIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…