Sejumlah siswa sedang mengikuti proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun pelajaran 2016/2017 di salah satu sekolah, Senin (27/6/2016). (JIBI/Solopos/Istimewa) Sejumlah siswa sedang mengikuti proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun pelajaran 2016/2017 di salah satu sekolah, Senin (27/6/2016). (JIBI/Solopos/Istimewa)
Selasa, 6 Juni 2017 16:07 WIB Trianto Hery Suryono/JIBI/Solopos Sukoharjo Share :

PPDB 2017
Calon Siswa SMK di Sukoharjo Hanya Miliki Peluang Pilih Satu Sekolah

PPDB 2017, calon siswa SMK di Sukoharjo hanya memiliki peluang untuk memilih satu sekolah dan dua jurusan.

 

Solopos.com, SUKOHARJO–Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Sukoharjo berbeda dengan tahun 2016. Tahun 2017, peserta atau calon siswa hanya bisa memilih satu SMK dengan dua jurusan. Tahun 2016 seorang calon siswa bisa memilih empat sekolah terbagi atas dua sekolah negeri dan dua sekolah swasta tetapi tahun ini siswa hanya diberi kesempatan memilih satu sekolah negeri.

Siswa yang ingin mendapatkan sekolah negeri harus memantau jurnal nilai dan mencabut berkasnya untuk didaftarkan ke sekolah negeri lain yang masih memiliki peluang. Pendaftaran online bisa dilakukan melalui website https://jateng.siap-ppdb.com/. Pernyataan itu disampaikan Sekretaris Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Sukoharjo, Triman ditemui wartawan, Selasa (6/6/2016). Triman mengatakan pendaftaran PPDB dimulai serentak pada 11-14 Juni atau Minggu lusa. Dia mencontohkan calon siswa memilih jurusan Teknis Kendaraan Ringan dan Administrasi Perkantoran di satu sekolah.

“Apabila di salah satu jurusan yang dipilih peluang diterima tidak ada maka calon siswa harus mencabut berkas terlebih dahulu untuk dipindah ke sekolah yang dituju. Calon siswa diberi kesempatan hingga hari terakhir pendaftaran pada 14 Juni pukul 10.00 WIB untuk mencabut berkasnya. Sedangkan penyelenggara PPDB membuka pendaftaran hingga pukul 13.00 WIB di hari terakhir,” jelas dia.

Diakuinya, jika di sekolah yang diminati seorang calon tidak diterima maka calon siswa mencari sekolah swasta. “Di SMA, seorang calon siswa bisa memilih dua sekolahan tetapi SMK hanya satu sekolah. Selain itu di SMK juga diadakan tes khusus bagi calon siswa baru. Seorang calon siswa bisa mendaftar secara mandiri atau datang ke sekolah. Di sekolah disiapkan pendamping atau operator yang memandu seorang calon siswa mendaftarkan diri ke sekolah yang diminati.”

Ketua MKKS SMA Sukoharjo, Sukamto menegaskan ada dua rayon di jenjang SMA. Triman dan Sukamto mengatakan tidak ada pengurangan nilai pada calon siswa. “Yang ada persentase yakni dalam rayon sebanyak 50%, luar rayon dalam kabupaten 40%, luar kabupaten luar rayon tujuh persen dan luar rayon luar provinsi tiga persen dari daya tampung.”

Sukamto mengatakan Kecamatan Grogol masuk di dua rayon yakni utara dan selatan sesuai letak geografisnya. “Orangtua dan siswa lulusan SLTP di Kecamatan Grogol bisa mendaftar ke rayon utara ataupun rayon selatan sesuai letak geografis. Grogol menjadi daerah terluas sehingga memiliki dua rayon.”

Dia mengaku kendala yang dihadapi panitia di antaranya soal legalisasi piagam prestasi. “Tahun lalu sekolah tinggal menerima jadi karena piagam sudah diverifikasi dinas. Tahun ini, finalisasi dilakukan di provinsi. Kami khawatir terjadi benturan piagam penghargaan apabila belum ada kesamaan visi dan misi,” jelasnya.

 

lowonga kerja
lowongan kerja penerbit duta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Ketahanan Psikologis Mencegah Pelajar Bunuh Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/6/2017). Esai ini ditulis Ahmad Saifuddin, dosen di Institut Agama Islam Negeri Surakarta dan Sekretaris Lakpesdam PCNU Kabupaten Klaten. Alamat e-mail penulis adalah ahmad_saifuddin48@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Pada Sabtu (3/6/2017) saya terkejut ketika membaca Harian…