Pengamen yang berbekal sejumlah alat musik perkusi beraksi di kawasan Pasar Gang Baru, Kranggan, Semarang Tengah, Kota Semarang, Jateng. (Facebook.com-?Thomas Tedy Tan) Pengamen yang berbekal sejumlah alat musik perkusi beraksi di kawasan Pasar Gang Baru, Kranggan, Semarang Tengah, Kota Semarang, Jateng. (Facebook.com-?Thomas Tedy Tan)
Selasa, 6 Juni 2017 14:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

KISAH UNIK
Dianggap Bermodal, Grup Pengamen Ini Tuai Pujian

Kisah kelompok pengamen unik yang menggunakan alat musik tradisional menjadi perbincangan netizen.

Solopos.com, SEMARANG – Kelompok pengamen di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng) yang menggunakan sejumlah alat musik perkusi meraih pujian dari khalayak pengguna Internet (netizen) yang tergabung dalam grup Facebook Media Informasi Kota Semarang (MIK Semar). Pasalnya, grup pengamen unik tersebut dianggap bermodal karena menggunakan sejumlah alat musik perkusi. Kisah kelompok pengamen yang dianggap unik itu pun menjadi bahan perbicangan netizen di grup Facebook tersebut.

Kisah pengamen yang dianggap unik itu kali pertama dipaparkan pengguna akun Facebook Thomas Tedy Tan? di dinding grup Facebook MIK Semar, Senin (5/6/2017). Ia juga mengunggah foto para pengamen itu saat sedang memainkan sebuah lagu di kawasan Pasar Gang Baru, Kranggan, Semarang Tengah, Kota Semarang.

Menuturnya, kelompok pengamen itu memainkan komposisi musik yang indah dan tak asal-asalan. “Hiburan pagi hari mantap jiwa. Musiknya bagus. Semarang juoss. Lokasi musiknya lagi mangkal di daerah Pasar Gang Baru,” tulisnya pada keterangan foto yang ia unggah.

Pujian itu pun diikuti netizen lainnya di grup Facebook MIK Semar. Bukan hanya pujian yang mereka berikan, ucapan doa juga menggema dalam komentar foto kelompok pengamen tersebut. “Keren. Kreatif. Mantap jiwa,” ungkap pengguna akun Facebook Hapsari Prasetya.

“Kreatif. Mugo rejeki ne lancarr. Daripada begal,” timpal pengguna akun Facebook Manggala.

Sementara itu, pengguna akun Facebook Aom Teng Teng Blues menjelaskan bahwa kelompok pengamen itu menggunakan alat musik berupa kentungan khas Kebumen. Ia juga memuji kelompok pengamen itu karena benar-benar bermodal dalam memainkan musik.

Iki ngamen seng kelaaas. Enggak kayak yang biasa keliaran di kota kita mung modal tepuk tangan,” tulis pengguna akun Facebook Aom Teng Teng Blues.

Sejumlah netizen mengungkapkan bahwa kelompok pengamen itu kerap diundang untuk mengisi sejumlah acara dengan sajian musik mereka. Mereka menganggap para pengamen itu memang bersungguh-sungguh dalam bermusik.

Selain mengomentari kisah pengamen yang dianggap unik itu dengan pujian, sebagian netizen lain yang belum pernah bertemu dengan kelompok pengamen tersebut mengungkapkan rasa penasaran. Mereka ingin bertemu dengan kelompok pengamen tersebut karena ingin mendengar lantunan musik yang kabarnya berkelas dan tak seperti kebanyakan pengamen lainnya itu. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
BPR SAMI MAKMUR, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…