masjid agung demak Salah seorang pengunjung tengah berpose di depan Masjid Agung Demak, Jawa Tengah (Jateng), Minggu (4/6/2017). (JIBI/Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
Senin, 5 Juni 2017 06:50 WIB Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

WISATA RELIGI
Serunya Ramadan di Masjid Agung Demak

Wisata religi di Jateng salah satu destinasinya adalah Masjid Agung Demak.

Solopos.com, SEMARANG – Sebagai salah satu destinasi wisata religi di Jawa Tengah (Jateng), Masjid Agung Demak kerap dikunjungi wisatawan. Terlebih lagi saat bulan suci Ramadan seperti saat ini.

Seperti halnya masjid-masjid lain, berbagai kegiatan ibadah di bulan suci digelar di masjid peninggalan Walisongo itu. Dari pengajian jelang berbuka puasa, salat tarwih, tadarus, hingga pembagian takjil digelar di masjid yang didirikan sekitar abad ke-15 Masehi itu.

masjid agung demak

Suasana di dalam Masjid Agung Demak saat bulan Ramadan, Minggu (4/6/2017). (JIBI/Semarangpos.com/Imam Yuda S.)

Puluhan pengunjung pun datang ke Masjid Agung Demak. Mereka datang dengan berbagai tujuan. Ada yang sekedar ingin berwisata, ngabuburit dengan mengikuti pengajian di masjid tersebut, hingga melakukan iktikaf selama bulan Ramadan.

Salah satu pengunjung yang melakukan iktikaf di Masjid Agung Demak adalah Sutrisno, 42, asal Kalioso, Karanganyar. Sutrisno jauh-jauh datang dari kampung halamannya seorang diri untuk mencari ketenangan batin dan lebih mendekatkan diri kepada Tuhan di Masjid Agung Demak.

suasana masjid agung demak

Masjid Agung Demak ramai dikunjungi wisatawan saat bulan Ramadan 2017. (JIBI/Semarangpos.com/Imam Yuda S.)

“Saya lagi banyak masalah keluarga. Makanya, saya beriktikaf di masjid ini. Apalagi ini bulan suci Ramadan. Dengan iktikaf di sini semoga saya lebih khusyuk menjalankan ibadah puasa,” ujar Sutrisno saat dijumpai Semarangpos.com di Masjid Agung Demak, Minggu (4/6/2017).

Selain beribadah, banyak sekali kegiatan yang bisa dilakukan di salah satu destinasi wisata religi di Jateng itu. Para pengunjung juga bisa menikmati beberapa benda pusaka yang tersimpan di musem yang terletak di sebelah selatan Masjid Agung Demak.

Beberapa benda yang tersimpan di museum itu antara lain, bagian-bagian sakaguru yang rusak milik Sunan Kalijaga, Sunan Bonang, Sunan Gunungjati, dan Sunan Ampel. Selain sakaguru, di museum itu juga terdapat kentongan dan beduk peninggalan para wali, dua buah tempayan besar dari Dinasti Ming yang merupakan hadiah dari Putri Campa pada abad ke-14, serta kosen dan Pintu Bledeg buatan Ki Ageng Selo pada tahun 1466 Masehi.

Sakaguru Masjid Agung Demak

Sakaguru Masjid Agung Demak peninggalan Walisongo yang tersimpan di Museum Masjid Agung Demak. (JIBI/Semarangpos.com/Imam Yuda S.)

Selain itu, di lokasi ini pengunjung juga bisa berziarah ke makam-makam raja Kesultanan Demak yang terletak di belakang masjid sambil menunggu waktu berbuka puasa. Beberapa makam raja Kesultanan Demak yang ada di lokasi itu, yakni milik Raden Patah yang merupakan Raja I Kesultanan Demak, Pati Unus, dan Sultan Trenggono.

wisatawan masjid agung demak

Para pengunjung menghabiskan waktu menunggu buka puasa di Masjid Agung Demak, Jateng, Minggu (4/6/2017). (JIBI/Semarangpos.com/Imam Yuda S.)

Berminat menghabiskan waktu ngabuburit di Masjid Agung Demak? Untuk datang ke Masjid Agung Demak, aksesnya cukup mudah. Masjid Agung Demak berada di pusat kota, bersebelahan dengan Alun-Alun Kabupaten Demak dan juga Kantor Bupati Demak.

Selain Masjid Agung Demak, objek wisata religi di Kabupaten Demak juga bisa anda temui di Makam Sunan Kalijaga, yang terletak di Kecamatan Kadilanggu. Jaraknya dari Masjid Agung Demak cukup dekat, hanya menempuh sekitar 10 menit perjalanan dengan menggunakan kendaraan.

masjid agung demak

Masjid Agung Demak tampak dari di depan. (JIBI/Semarangpos.com/Imam Yuda S.)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
CV MUTIARA BERLIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…