Deddy Corbuzier (Youtube)
Minggu, 4 Juni 2017 00:00 WIB Chelin Indra Sushmita/JIBI/Solopos.com Peristiwa Share :

Video Tentang Islam, Deddy Corbuzier Banjir Pujian

Deddy Corbuzier menuai berbagai pujian seusai menyampaikan pendapatnya tentang Islam.

Solopos.com, SOLO — Keprihatinan presenter top Tanah Air, Deddy Corbuzier, tentang pandangan negatif terhadap Islam dalam video teranyar yang diunggah di Youtube, Jumat (2/6/2017), mencuri perhatian warganet. Dia menyampaikan opininya tentang Islam yang jauh dari anggapan negatif sebagian orang.

Dalam video bertajuk Muslim In My Country Indonesia yang sampai Sabtu (3/6/2017) telah ditonton lebih dari 1 juta kali itu, Deddy menjelaskan panjang lebar pendapatnya tentang agama Islam. Menurutnya, semua agama mengajarkan kebaikan agar pemeluknya tidak berbuat kesalahan yang merugikan banyak orang.

Deddy mengaku 90 persen sahabatnya adalah muslim. Ia bahkan menunjukkan keakraban dengan dai kondang, Ustaz Wijayanto. Meski beda keyakinan, keduanya sangat akrab dan bebas membicarakan berbagai hal.

Dari sekian sekian penonton, video tersebut mendapat 60.000 likes dan 1.000 dislike. Tak hanya menonton, warganet juga menyampaikan berbagai komentar. Beberapa dari mereka mengaku sependapat dan memuji pemikiran Deddy yang dinilai sangat cerdas. Baca juga: Kata Deddy Corbuzier Tentang Muslim di Indonesia.

“Saya muslim, tapi saya menghormati Om Deddy. Video ini tentu dibuat berdasarkan pemikiran yang matang. Menurut saya, om Deddy sangat cerdas dan layak mendapat penghargaan creative and innovative person of the year 2018 karena mampu menciptakan perbincangan yang kreatif dan positif,” tulis 2B Wonder.

“Hai master Corbuzier, nama saya Alen. Anda adalah pesulap favorit saya sejak kecil. Agama saya Islam, tapi saya sering ke gereja belajar. Saya juga sering ke purajuga belajar. Saya menyaksikan dengan mata kepala sendiri semua agama mengajarkan kebaikan. Saya setuju dengan Anda. Pancasila itu hebat karena menurut saya apa yang dibutuhkan Indonesia untuk menjadi negara yang hebat ada di Pancasila,” sambung Feby Alen.

“Saya setuju apa yang dikatakan bang Deddy. Memang kita sebagai umat beragama harusnya saling hidup berdampingan dan tidak memandang seseorang karena beda agama, suku, dan ras. Hidup bertoleransi itu indah. Saya punya teman-teman muslim, Kristen, akur-akur saja, malah saling menghormati,” imbuh lim fubuki.

“Mantap mas Deddy, intinya Indonesia itu Bhineka Tunggal Ika. Walaupun berbeda-beda sukunya, agamanya, rasnya, kita tetap satu. Jadi, mari kita saling menghormati dan menghargai satu sama lainnya demi menjaga persatuan NKRI,” lanjut Ilham Firdaus.

lowongan pekerjaan
BPR SAMI MAKMUR, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…