Ilustrasi perkelahian (JIBI/Solopos/Dok.) Ilustrasi perkelahian (JIBI/Solopos/Dok.)
Minggu, 4 Juni 2017 22:20 WIB I Ketut Sawitra Mustika/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Aliansi Mahasiswa Proklamasi 45 Menolak Disebut Melakukan Kekerasan

Aliansi Mahasiswa Proklamasi 45 menolak tuduhan yang menyatakan mahasiswa telah melakukan pemukulan

Solopos.com, JOGJA –-Aliansi Mahasiswa Proklamasi 45 menolak tuduhan yang menyatakan mahasiswa telah melakukan pemukulan dan ancaman menggunakan senjata tajam ke pihak keamanan kampus. Tuduhan tersebut dianggap hanya akal-akalan kampus semata.

Hal tersebut diungkapkan oleh Koordinator Umum Aliansi Mahasiswa Proklamasi 45 sekaligus Presiden Mahasiswa Universitas Proklamasi 45, M Junaidi. Ia mengatakan tuduhan tersebut tidak benar adanya.

Junaidi menyampaikan, tidak pernah ada pemukulan yang dilakukan mahasiswa. Yang ada, tambahnya, hanya aksi saling dorong antara mahasiswa dan keamanan kampus. Aksi saling dorong ini terjadi pada tanggal 24 Mei 2017.

Ia menceritakan, pada saat itu mahasiswa berusaha menemui para pimpinan kampus di gedung rektorat agar mau menemui peserta aksi demontrasi yang sudah menunggu di luar gedung. Tapi usaha itu dihalang-halangi oleh keamanan kampus, “Sehingga ada aksi saling dorong,” jelasnya saat dihubungi Minggu (6/4/2017).

Juanidi menambahkan, mahasiswa sama sekali tidak pernah mengancam pihak keamaanan kampus menggunakan senjata tajam. Ia mengatakan mahasiswa tidak pernah membawa senjata tajam ke dalam kampus.

“Itu mengada-ada sekali. Kami akui memang ada gunting dan pisau, tapi itu memang sudah ada di kampus. Gunting dan pisau itu kami gunakan untuk memotong tali yang digunakan mengikat spanduk,” tuturnya.

Ia menilai tuduhan pihak kampus sangat keterlaluan, apalagi dirinya sampai dilaporkan ke kepolisian karena dianggap telah melakukan pengrusakan dan tindakan anarkis. “Kami sempat menyegel gedung rektorat karena tidak ingin gedung itu dimasuki rektor yang baru. itu terpaksa kami lakukan.”

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, 25 mahasiswa Universitas Pancasila 45 terancam diberhentikan (drop out) oleh pihak kampus karena aktivitasnya dianggap sudah meresahkan.

LOWONGAN PEKERJAAN
SMK MUHAMMADIYAH 04 BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pertanian Maju, Petani Sejahtera

Gagasa ini dimuat Harian Solopso edisi Kamis (16/11/2017). Esai ini karya Budi Sutresno, anggota staf Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Karanganyar. Solopos.com, SOLO–“Maju Pertaniannya, Sejahtera Petaninya” adalah semacam doa yang diilhami dari tagline Pemerintah Kabupaten Karanganyar menjelang perayaan seabad Kabupaten…