Nontobeko Mbuyazi. (Dailymail.co.uk) Nontobeko Mbuyazi. (Dailymail.co.uk)
Sabtu, 3 Juni 2017 00:00 WIB Chelin Indra Sushmita/JIBI/Solopos.com Issue Share :

Dijuluki Hantu, Gadis Albino Ini Justru Sukses Jadi Model Terkenal

Kisah inspiratif kali ini tentang gadis albino yang sukses menjadi model terkenal.

Solopos.com, DURBAN – Seorang wanita yang menjadi model biasanya berparas cantik, kulit mulus, dan tubuh seksi. Namun, pemandangan lain terlihat dari Nontobeko Mbuyazi, 20, seorang model asal Durban, Afrika Selatan. Ia yang terlahir dalam kondisi albino itu kini sukses menjadi model terkenal.

Kelainan fisik yang dialami Mbuyazi itu membuatnya mendapat banyak cemoohan. Kelainan tersebut membuat warna kulit dan bola matanya terlihat sangat pucat karena tidak memiliki pigmen warna. Alhasil, ia pun dijuluki sebagai hantu.

“Orang-orang selalu bertanya mengapa tubuhku sangat pucat. Mereka bahkan menyebutku hantu,” tutur Myubazi seperti dilansir Daily Mail, Kamis (1/6/2017).

Kendati demikian, berbagai cemoohan itu tak membuat Mbuyazi patah arah. Ia menjadikan kekurangan itu sebagai penyemangat guna meraih impiannya menjadi model.

“Aku tak mau ambil pusing dengan semua cibiran itu. Aku memang lahir dengan kondisi yang berbeda. Tapi, aku ingin membuktikan di balik kekurangan ini ada potensi yang luar biasa,” sambung dia.

Karier Mbuyazi sebagai model berwal dari kampus. Awalnya, ia sering mengunggah foto bersama teman-temannya di media sosial. Lama kelamaan, ia memberanikan diri mengikuti ajang pencarian model. Meski kerap dicibir, kini, ia yang berstatus sebagai mahasiswi jurusan hukum bisa tersenyum lega.

Semua kerja keras Mbuyazi berbuah manis lantaran telah berhasil mewujudkan mimpinya menjadi model. Wajahnya kerap menghiasi sampul majalah dalam balutan busana merek ternama.

“Kini aku punya banyak jadwal pemotretan. Kadang saking asyiknya aku sampai lupa tidak boleh terlalu lama terkena sinar matahari. Sebab, sinar matahari sangat berbahaya bagi kulitku yang pucat,” pungkasnya.

lowongan pekerjaan
CV.ASR MEDIKA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…